31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Soal Pengusiran PCNU, Armuji Minta Maaf

armujiSurabaya, KabarGress.Com – Setelah sempat tidak mau komentar soal insiden pelecehan terhadap Ketua PCNU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri, akhirnya Ketua DPRD Surabaya Armuji angkat bicara. Armuji memastikan peristiwa tersebut murni kesalah pahaman pengamanan dalam (pamdal) DPRD Surabaya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, tidak ada perintah pengusiran terhadap rombongan Ketua PCNU Surabaya pada saat sidang paripurna, Senin (18/4) lalu. Dia hanya meminta pamdal agar mengarahkan mahasiswa UPN dan mahasiswa lainnya yang ikut paripurna duduk di lantai dua.

“Kalau pamdalnya kurang sopan  atau ngak mengerti saya mohon maaf kepada kawan pengurus NU,” ucapnya.

Armuji menegaskan, pamdal salah persepsi dalam mempersilahkan tempat duduk. Dia meminta pamdal agar menempatkan mahasiswa di lantai dua. Sedangkan rombongan PCNU Surabaya diarahkan ke lantai satu berbaur dengan tempat duduk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Surabaya.

Dia mengaku sudah memanggil pamdal yang waktu itu berhubungan dengan rombongan PCNU Surabaya. Dari keterangan pamdal yang diterimanya, pamdal hanya meminta PCNU Surabaya duduk di pinggir. Karena di bagian depan dan tengah tempat duduk untuk kepada dinas dan SKPD Pemkot.

“Salah komunikasi saja. Saya sudah klarifiksi dengan pamdal. Hanya penempatan tempat duduk saja. Diarahkan supaya lebih enak, karena itu tempatnya dinas,” tukasnya.

Sebelumnya, Sidang paripurna perpanjangan panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol (mihol) diwarnai insiden pelecehan. Ketua PCNU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri dan rombongannya tidak diberi tempat duduk. Sehingga terkesan kehadiran pengurus NU dalam paripurna tidak diharapkan.

Pelecehan bermula saat rombongan PCNU Surabaya masuk ruang sidang di gedung DPRD Surabaya lantai 3. Oleh pengamanan dalam (pamdal) dewan, mereka diarahkan ke balkon di lantai 2 ruang sidang paripurna. Namun, belum sempat menikmati duduk di kursi yang biasanya digunakan oleh undangan, akhirnya disuruh pindah ke bawah.

Nah, sesampai di bawah, mereka disuruh pindah tempat lagi dengan alasan yang tidak jelas. Karena merasa dipermaikan, akhirnya rombongan PCNU Surabaya memutuskan tetap bertahan. (tur)