03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Surabaya Resmi Tak Punya Walikota Hingga 2017

Surabaya, KabarGress.Com – Akhirnya, Dhimam Abror-Haris Purwoko mencalonkan diri sebagai pasangan calon pemilihan walikota (Pilwali) Surabaya 2015 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Senin (3/8/2015). Pasangan calon yang dikenal degan sebutan Rois ini berangkat menuju Surabaya 1 dengan kendaraan politik melalui fraksi PAN dan Demokrat.

Keduanya tiba di KPU Surabaya sekitar pukul 15.58 WIB. Rois datang dengan didampingi oleh kader dan pengurus PAN dan Demokrat. Rois datang dengan menggunakan peci hitam dipadu dengan baju koko warna putih. Selain kader partai, rombongan banjari yang didominasi ibu-ibu turut mengantarkan ke KPU.

Sayang, pendaftaran Rois terancam gagal. Pasalnya, Haris Purwoko tidak sampai 5 menit berada di lantai 3 ruang pendaftaran, keluar ruangan dan tidak kembali. Padahal, tandatangan Haris dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan yang diminta oleh KPU Surabaya.

Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin, mengatakan berkas-berkas pendaftaran Abror-Haris masih ada yang belum lengkap. Salah satunya adalah berkas kesediaan Haris menjadi wakil walikota mendampingi Dhimam Abror belum ditandatangani. “Berkas ini belum ditandatangani, jadi masih belum lengkap syarat-syaratnya,” urainya.

Karena itu, KPU Surabaya menunggu sampai pukul 23.59 WIB hari ini. Jika pada batas waktu yang ditentukan Haris tetap tidak bersedia memberikan tandatangan, hampir bisa dipastikan Pilwali Surabaya ditunda pada 2017. “Kalau hari ini berkasnya tidak lengkap sampai jam yang ditentukan, pilkada Surabaya batal tahun ini,” jelasnya.

Ketua Panwas Surabaya, Wahyu Hariady, menambahkan ada tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pasangan calon. Yaitu rekomendasi partai, partai pengusung memenuhi kuota 10 kursi, dan surat pengajuan calon dari DPC partai pengusung. “Kalau ini masalahnya hanya Dhimam Abror yang tandatangan, wakilnya tidak,” terangnya.

Plt Ketua DPC Demokrat Surabaya, Hartoyo, mengaku kecewa dengan tindakan Haris. Meski begitu, dia tidak menarik rekomendasi kepada pasangan calon Dhimam Abror-Haris Purwoko. “Ya kecewa aja, sudah sampai sini ndak bisa tandatangan,” urainya.

Dhimam Abror membenarkan bahwa saat ini pihaknya kurang melengkapi satu persyaratan mutlak pendaftaran. Yakni tandatangan surat pernyataan dari pasangan yang mendaftar.‬ “Memang kurang satu syarat tandatangan dari pasangan. Kalau saya sudah tinggal pak Haris. Ini saya masih mau jemput,” ujarnya sembari meninggalkan gedung KPU.‬

Diketahui, Haris Purwoko diusung oleh Partai Demokrat. Sementara Dhimam Abror direkomendasi oleh PAN. Keduanya sengaja dipasangkan untuk melawan petahana, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. (tur)