22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Guru Harus Terus Berinovasi dan Belajar

wagub jatim sambutan sekaligus membuka konferensi kerja I  PGRI prop jatim bertempat di hotel tanjung plaza prigen pasuruanPasuruan, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menegaskan, bahwa tugas seorang guru tidaklah mudah. Selain dia harus berinovasi untuk mencerdaskan anak bangsa dan mengimbangi pengetahuan anak didiknya, guru juga dituntut harus belajar hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Harapan tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Kerja Pertama PGRI Jatim masa Bhakti 2014-2019 Tahun 2015 di Hotel Tanjung Prigen, Kab. Pasuruan, Sabtu, (7/2) malam.

Ia mengatakan, guru harus membekali dirinya agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman yang ada. Kesuksesan pendidikan ditentukan tiga komponen antara lain kompetensi atau skill guru, kurikulum yang diajarkan dan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.

Gus Ipul menjelaskan, peningkatan kualitas dari seorang guru sangatlah penting. Di butuhkan kreatifitas dan inovasi lebih di dalam mendidik dan membentuk kepribadian anak modern saat ini. “Guru tidak boleh kalah dengan anak-anak kita yang sudah lebih canggih mengoperasikan teknologi. Tidak ada cara lain, kecuali guru harus belajar dan membekali dirinya sebaik mungkin dengan menempuh pendidikan tinggi dari S1,S2 bahkan hingga S3,” ungkapnya.

Menurutnya, kesuksesan pendidikan faktor utamanya di tentukan oleh kualitas dan mutu guru di dalam mentransferkan ilmu kepada anak didik. Untuk itu, guru harus sering belajar dan mengikuti pendidikan keterampilan, aktif dalam studi banding, kursus dan kegiatan lainnya guna menambah kompetensi diri.

Saat ini, kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah merupakan perangkat untuk mencetak dan menyelaraskan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah, memberi kewenangan terhadap pemerintah provinsi untuk meningkatkan pendidikan SMA/SMK.

Kewenangan tersebut harus dibuktikan dengan prestasi dan peningkatan kualitas di sektor pendidikan. Komponen terakhir yang menentukan kesuksesan pendidikan yakni dengan keberadaan sarana dan prasarana infrastruktur sekolah yang memadai. Akan jadi percuma, jika sekolah memiliki kualitas guru dan kurikulum yang bermutu tinggi, namun tidak diimbangi oleh kebersihan sekolah.

“Jangan sampai, sekolah tersebut berprestasi tapi gedung sekolah hampir roboh, kamar mandi yang kotor hingga sampah berserakan. Ini sangat tidak sesuai. Oleh karenanya, disamping guru dan kurikulum sekolah juga harus mengutamakan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar,” ujarnya.

Gus Ipul menyimpulkan, jika ketiga hal tersebut sudah berjalan, pemerintah harus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Kesejahteraan akan menentukan motivasi kinerja mengajar dari seorang guru. “Saya yakin, jika kesejahteraan ditingkatkan, maka transfer ilmu yang dilakukan oleh guru bisa maksimal diterima oleh murid. Dan guru akan berlomba-lomba untuk memberikan hasil yang positif untuk mencerdaskan anak bangsa,” imbuhnya yang disambut ratusan peserta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia, Drs. Sumarno M. Pd mengatakan, konferensi kerja yang pertama ini diharapkan dapat menyusun program kerja PGRI untuk satu tahun kedepan.

Selain itu, konfrensi kerja ini diharapkan dapat menentukan sikap, persepsi, pendirian dan strategi organisasi dalam menghadapi tantangan, hambatan dan pemanfaatan guna menyikapi situasi yang berkembang di dunia pendidikan.

Diharapkan, konferensi ini dapat menghasilkan pemikiran positif dari seluruh pengurus PGRI Jatim di dalam merencanakan, mengevaluasi, menginventarisasi dan mengkritisi terhadap berbagai kebijakan yang dinilai merugikan guru dan pendidikan. (hery)