03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Pamerkan ATM Samsat di Istana Wapres

Gus Ipul Pamerkan ATM Samsat di Istana WapresJakarta, KabarGress.com -​Dihadapan Wakil Presiden Boediono, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf berkesempatan untuk memamerkan Anjungan Tunai Mesin (ATM) Samsat Jatim di Auditorium Istana Wapres RI Jakarta saat Gelar Capaian Reformasi Birokrasi Nasional, Selasa (14/10).ATM Samsat Jatim merupakan satu-satunya inovasi model pembayaran kendaraan bermotor di Indonesia.ATM Samsat juga digunakan untuk melakukan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan

“ATM Samsat baru empat bulan diresmikan Gubernur Jatim. Ini satu-satunya di Indonesia, dan teknologinya dibuat Dipenda Jatim bekerja sama dengan Kepolisian,” ujar Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim.

Ia mengatakan, dengan datang ke ATM ini, para pembayar pajak dengan mudah membayar, mendaftarkan, sekaligus mendapat pengesahan hanya melalui ATM ini. Keunggulannya memudahkan para pembayar pajak karena tidak tergantung waktu dan tidak bertemu langsung dengan petugas pelayanan. Sehingga bisa meminimalisir pungli.

Layanan ATM SAMSAT yang pertama kali diIndonesia yang berpola ‘self service’ mempunyai beberapa kelebihan, antara lain, tidak bertatap muka atau berinteraksi langsung dengan petugas pelayanan, tidak terbatas pada waktu, jarak dan tempat, dapat menjamin akurasi database kepemilikan kendaraan bermotor.

“Hanya dengan meletakkan kartu ATM, proses dimulai dari pendaftaran, pendataan, penetapan, sekaligus pengesahan hanya melalui ATM Samsat ini.Outputnya dalam bentuk STNK yang disahkan di mesin ini. Dengan demikian, ATM Samsat mirip seperti ATM Bank tetapi yang keluar STNK yang sudah disahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, layanan ini bekerja sama dengan perbankan secara dalam jaringan dan terintegrasi sehingga dapat menjangkau berbagai model jenis pembayaran di perbankan. Ada ATM khusus Samsat. Pemprov Jatim bekerja sama dengan 4 bank yakni Bank Jatim, BNI, Bank Mandiri, dan BRI, serta Jasa Raharja dan Kepolisian.

Selama 4 bulan ini, pengguna ATM Samsat telah mencapai sebanyak 200 orang. Sekarang sudah ada 14 ATM yang dimiliki. Setiap tahun akan ditambah, tahun depan akan ada 10 buah ATM. Sedangkan titik pelayanan ada 202  yang terdiri dari 45 Samsat Induk, 68 Samsat Payment Point, 28 Samsat Drive Trhu, 10 Samsat Corner, 47 Samsat Mobil keliling, 1 Samsat Pembantu, 2 Samsat Kepulauan dan 1 Bus Keliling.untuk melayani 13 juta obyek kendaraan bermotor.

Ke depannya, Gus Ipul mengharapkan, ATM Samsat bisa ditempatkan di luar provinsi Jatim seperti di Kantor Perwakilan Jatim. Ini dimungkinkan karena ATM ini fleksibel, tidak harus ke Jatim untuk memperpanjang STNK khusus nomor kendaraan sepeda motor dari Jatim

Selain memamerkan ATM Samsat, Gus Ipul juga memperlihatkan teknologi yang dimiliki UPT Jembatan Timbang Dinas Perhubungan dan LLAJ Prov. Jatim.Teknologi tersebut sudah lima tahun berjalan menjadipelayanan Jembatan Timbang. Melalui teknologi ini,ketika truk masuk jembatan timbang maka beban truk, denda, maupun tilang bisa tercatat. “Dengan teknologiini, maka kemungkinan untuk memanipulasi dan pungli akan kecil, pelanggaran juga semakin berkurang,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, teknologi ini juga sudah dilakukan pengawasan yang terintegrasi, seluruh jembatan timbang bisa dikontrol dari Surabaya setiap waktu. Ketika ingin melihat perkembangan bisa dilihatsetiap saat, denda dan tilang bisa ditentukan dari teknologi tersebut.

Sementara itu, Wapres RI Boediono mengatakan,reformasi birokrasi yang dilakukan selama lima tahun ini adalah langkah awal untuk membuat Indonesia yang modern, karena birokrasi modern adalah pilar dari negara modern yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Reformasi birokrasi adalah suatu keharusan bagi bangsa manapun, meski akan memakan waktu yang lama. “Apa yang telah dilakukan ini merupakan merupakan awal dari perjalanan yang cukup panjang, minimal satu generasi,” ujar Wapres RI.

Bagi Wapres Boediono, pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilaksanakan ini telah mengubah sesuatu yang beku menjadi terbuka. Perbaikan pelayanan publik ini tidak hanya di pusat, tetapi juga sudah mulai dilaksanakan di daerah, terutama pemerintah provinsi. Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota pun turut bekerja keras untuk melaksanakan reformasi birokrasi. “Saya melihat banyak sekali respon positif. Kabupaten dan kota sudah ada yang dapat menjadi contoh,” ujar Wapres RI.

Dalam laporannya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menyampaikan bahwa reformasi birokrasi sebagai agenda nasional yang telah menjadi bagian dari perencanaan nasional jangka panjang. Untuk mengoptimalkan reformasi birokrasi guna meningkatkan daya saing bangsa, pada tahun 2011 telah menetapkan 9 program percepatan reformasi birokrasi, yakni penataan struktur birokrasi; penataan jumlah dan distribusi PNS; penataan sistem seleksi CPNS dan promosi PNS secara terbuka;  profesionalisme PNS; pengembangan sistem pemerintahan elektronik (e-gov); peningkatan pelayanan publik; peningkatan transparansi dan akuntabilitas aparatur; peningkatan kesejahteraan PNS; serta efisiensi penggunaan fasilitas dan prasarana kerja PNS.

Pada tahun 2014, agenda reformasi birokrasi terus dipacu percepatannya. Terbitnya UU Aparatur Sipil Negara (ASN) dan UU Administrasi Pemerintahan menjadi legacy pemerintahan saat ini dan akan menjadi memori bangsa. Di sisi yang lain, reformasi birokrasi terus didorong agar menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat guna meningkatkan daya saing bangsa menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

Tampak hadir mendampingi Wapres, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. Hadir pula, beberapa menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur dari beberapa provinsi dan jajaran pimpinan Kementerian PAN dan RB. USai menyampaikan sambutan, Wapres berkeliling meninjau pameran pelaksanaan reformasi birokrasi. (eri)