03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Raih Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Kepala Daerah Provinsi

Pakde Karwo Raih Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Kepala Daerah ProvinsiJakarta, KabarGress.com – Guberrnur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meraih penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Kepala Daerah Provinsi dari Menteri Lingkungan Hidup RI Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA di Ruang Bhirawa Hotel Bidakara Jakarta, Senin (13/10) malam.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup atas kepemimpinan Pakde Karwo yang terus melakukan inovasi, komitmen dan konsistensi melakukan pembangunan dengan perlindungan dan pengelolaan terhadap lingkungan hidup.

Hingga saat ini, Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan  Pakde Karwo dan Gus Ipul menempati urutan teratas penerima penghargaan di bidang lingkungan hidup seperti memperoleh penghargaan tertinggi Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2010 hingga 2014.

Selain pemberian penghargaan SLHD, Jatimmendapatkan predikat terbanyak penghargaan Kalpataru, Adipura dan Adiwiyata dari seluruh penghargaan yang diberikan. Pakde Karwo juga mendorong aksi gerakan perempuan menanam pohon hijau.

Selama empat tahun berturut-turut, terdapat peningkatan penerima adipura kencana kabupaten/kota se-Jatim. Adapun peningkatan adipura kencana yang diraih oleh Provinsi Jatim yakni tahun 2011 sebanyak 1 kabupaten/kota, tahun 2012 sebanyak 2 kabupaten/kota, tahun 2013 sebanyak 4 kabupaten/kota, dan tahun 2014 sebanyak 8 kabupaten/kota.

Usai menerima penghargaan, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, lingkungan hidup dapat mempengaruhi keberlangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia, harus dikelola dengan baik untuk menunjang terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

“Pengelolaan lingkungan hidup untuk meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dan penataan ruang menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Jatim,” ujarnya.

Dengan penghargaan ini, Pakde Karwo menegaskan bahwa Pemprov Jatim secara sungguh-sungguh akan terus memperhatikan dan peduli terhadap persoalanlingkungan hidup di wilayahnya.

“Untuk Provinsi Jatim, penghargaan ini adalah hasilkerja keras dari semua pihak yang terus bekerja tanpa henti melakukan inovasi, komitmen dan konsistensi dalam memberikan perlindungan dan pengelolaan terhadap lingkungan hidup di Jatim. Kami akan terus peduli dan memperhatikan lingkungan,” kata Pakde Karwo.

Menurutnya, salah satu cara mengoptimalkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yakni dengan adanya keteladanan dari pimpinan daerah, serta kesadaran masyarakat yang makin merata.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA mengatakan, dalam rangka mengapresiasi kepemimpinan bidang lingkungan yang dilakukan terus menerus dan konsisten, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Indonesia 2014 kepada tokoh masyarakat, gubernur, walikota, pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya yang melakukan inovasi di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Komitmen dan konsistensi para penerima penghargaan ini perlu diapresiasi untuk dijadikan model bagi seluruh pihak baik pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat umum dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup).

Adapun para penerima penghargaan antara lain Hj. Ani Yudhoyono (Asasta Buana Utama Kepemimpinan Lingkungan Hidup), Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo (Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Kepala Daerah Provinsi, Anggota IV BPK RI Dr. Ali Masykur Musa, MSi , MHum (Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Lembaga Tinggi Negara dan Pemerintahan), Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, MT (Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Kepala Daerah Kabupaten/Kota), Pimpinan PT, Pertaminan sejak 5 Februari 2009 – 1 Oktober 2014 Ir. Galaila Karen Agustiawan (Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup di Dunia Usaha), dan Mantan Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah Ir. Erna Anastasia Witoelar, MSi (Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Tokoh Masyarakat).

Lebih lanjut disampaikannya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berupaya dan memastikan pembangunan Indonesia berjalan pro growth, pro job, pro poor, dan pro environmental. Keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup selama ini adalah untuk tercapainya pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan, guna memastikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

Menurutnya, komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik harus terus diikuti dengan upaya penigkatan kapasitas baik bagi aparat pemerintah dan masyarakat. Capaian peningkatankapasitas aparat pemerintah dan masyarakat berupa SDM terlatih sebanyak 972 orang, peningkatan kapasitas penegak hukum sebanyak 1.154 aparat, dan komunitas pendidikan lingkungan (adiwiyata) sebanyak 4.320 sekolah.

Dijelaskannya, sebagai wujud refleksi KLH dalam pelaksanaan kebijakan dan program tahun 2009-2014, terdapat empat capaian pokok yakni pertama memastikan terkendalinya laju pencemaran yang berhasil menurunkan beban pencemaran dari kegiatan industri, domestik, dan pertambangan ramah lingkungan secara signifikan melalui PP tentang izin lingkungan, PP tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Kedua, memastikan peran Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan kebijakan penurunan gas rumah kaca 26 persen kondisi business as usual tahun 2020 dengan program inovasi seperti inventarisasi gas rumah kaca, green province.

Ketiga, memastikan peningkatan pelayanan publik dan peningkatan kapasitas baik bagi aparat pemerintah maupun bagi komponen masyarakat, serta telah menghasilkan beberapa capaian seperti penegak hukum dan terbangunnya komunitas pendidikan lingkungan (Adiwiyata). Keempat, berperan secara aktif dan memperkuat diplomasi Indonesia, serta menjadi tuan rumah bagi kegiatan global dan regional. (eri)