22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Terima Tanda Kehormatan dari Presiden SBY

Gus Ipul Terima Tanda Kehormatan dari Presiden SBYJakarta, KabarGress.com – Tak hanya Gubernur DR. H. Soekarwo yang sering mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf pun tak jauh dari kabar gembira itu. Diserangkaian peringatan hari Kemerdekaan RI ke 69, Presiden SBYmenganugerahkan tanda kehormatan berupa Bintang Mahaputera Adipradana kepada Gus Ipul sapaanakrab Wagub Saifullah Yusuf di Istana Negara Jakarta, Senin (13/10).

Ikut hadir dalam penganugerahan tanda kehormatan itu tampak istri tercinta Ibu Fatma Saifullah Yusuf.Dengan mengenakan jas hitam dipadu dasi hijau, Gus Ipul menerima tanda kehormatan dari Presiden SBY berupa pita berselempang plus patra. Ikutmendampingi penganugerahan itu tampak Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono beserta Wakil Presiden RI Boediono dan Ibu Herawati Boediono.

Penganugerahan dari Presiden SBY itu terbagi atas empat tanda kehormatan. Melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 89-TK tahun 2014, tanda kehormatan itu diberikan kepada menteri, mantan menteri, mantan wakil menteri di era kepemimpinan Presiden SBY. Pada kesempatan itu, juga diberikantanda kehormatan untuk para tokoh masyarakat Papua yang dituangkan dalam Surat Keputusan nomor 90-TK tahun 2014. Keempat tanda kehormatan yang diberikan Presiden SBY yakni tanda kehormatan berupa Bintang Mahaputera Adipradana, tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama, tanda kehormatan Bintang Mahaputera Naraya dan tanda kehormatan Bintang Jasa Naraya. Dari keempat tanda kehormatan itu, Presiden SBY menganugerahkankepada 68 orang termasuk kepada Wagub Saifullah Yusuf yang menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.

Tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana sendiri merupakan tanda kehormatan tertinggi setelah Tanda Kehormatan Republik Indonesia. Tanda kehormatan ini diberikan karena negara menilai atas jasa dan pengabdian seseorang terhadap bangsa dan negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Berdiri di deretan kedua dari 68 penerima, Gus Ipul mendapatkan penyematan patra dari Presiden SBY.Dengan bangga, orang kedua di jajaran Pemerintahan Provinsi Jawa Timur itu merasa kagum. Usai menerima tanda kehormatan tersebut, Gus Ipul yang didampingi Ibu Fatma Saifullah Yusuf itu mendapat ucapan selamat mulai Presiden SBY beserta Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Wapres Boediono serta Ibu Herawati Boediono.

Bagi Gus Ipul sendiri, diterimanya tanda kehormatan tersebut karena dirinya sempat menjabat sebagaiMenteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid I. Dimasa itu, Gus Ipul telah mengabdikan diri sejak 21 Oktober 2004 hingga 9 Mei 2007. “Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya,” kata Gus Ipul.

Dengan mimik bangga, Wakil Gubernur Jawa Timur itu tak menyangka kalau tanda kehormatan tertinggi kedua setelah Tanda Kehormatan Republik Indonesiadari Presiden RI itu diterimanya. Karena, sebut Gus Ipul, apa yang sudah dikerjakannya tatkala menjadi Menteri PDT era KIB jilid I itu ia lakukan untuk sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Karena dulu waktu menjadi menteri saya bekerja sesuai dengan yang saya bisa dan sesuai apa yang dimandatkan pada saya. Jadi intinya, saya terus terang tidak menyangka kalau pada akhirnya saya mendapatkan bintang kehormatan ini,” ujarnya bangga.

Namun, sebut Gus Ipul, diterimanya tanda kehormatan dari Presiden SBY itu juga dijadikannya semangat untuk terus berkarya membangun bangsa dan negara selama ia mampu. Seperti yang saat ini ia lakukan mengabdi untuk masyarakat Provinsi JawaTimur sebagai Wakil Gubernur Jatim. “Kedua, peristiwa ini yang setidak-tidaknya adalah juga untuk memacu apa yang bisa kita lakukan untuk kepentingan bersama. Yakni untuk membangun kemajuan bangsa dan negara,” katanya.

Wakil Ketua PB NU Pusat ini menyebutkan, kalau selama dua setengah tahun masa dirinya menjadi Menteri PDT di era KIB jilid I itu memberikan banyak pengalaman. Selain itu, pengabdian yang ia lakukan itu juga memberikan sebuah inspirasi tersendiri dalam mengambil sebuah kebijakan-kebijakan penting. “Walupun sekarang saya di tingkat Wakil Gubernur setidak-tidaknya juga untuk mengatasi banyak persoalan,” ujarnya.

Namun, dari sekian persoalan kompleks yang dialami bangsa dan negara ini, Gus Ipul menyebutkan kalau persoalan kesejangan (disparitas) dipandangnya sangat penting. Tidak hanya kesenjangan antar masyarakat dan wilayah yang dipandangnya sangat pelik, persoalan kesenjangan antar orang pun dinilai juga penting. Oleh karena itu, Gus Ipul menyebutkan, persoalan kesenjangan ini menjadi pekerjaan bersama.

“Jadi kesenjangan ini adalah PR kelima kita yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam pengurusan fiscal. Jadi ini penting sekali disamping kemiskinan, pengangguran, tetapi juga masalahdisparitas adalah masalah yang cukup serius. (eri)