22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Sidak Pasar Turi

Surabaya, KabarGress.Com – Seteru Pemkot Surabaya dengan pihak Investor Pasar Turi Baru, masih berlanjut. Meski kondisi fisik bangunan diklaim telah rampung sesuai perjanjian, namun tak menyurutkan langkah untuk mewujudkan pemutusan hubungan kontrak.

Itu dibuktikan dengan pengecekan  terhadap kondisi bangunan pasar tersebut. Ratusan personil dari seluruh instansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya mendatangi Pasar Turi Baru, Sabtu kemarin (11/10/2014).

Dengan menggunakan enam unit truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Bakesbanglinmas Kota Surabaya, rombongan tersebut dipimpin oleh Asisten I bidang Pemerintahan, Yayuk Eko Agustin.

Selain Yayuk, Kasatpol PP Irvan Widianto, Widodo Suryantoro Kadisperindag, Erry Cahyadi (Plt) Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang, Chandra Oratmangun Kepala PMK, ikut mendampingi petugas yang berjumlah sekitar 200 personil ini.

Kedatangan petugas diketahui sekitar pukul sepuluh pagi. Hal itu sempat membuat Dirut PT. Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan terkejut. Sebab, begitu tiba dilokasi seluruh rombongan merangsek masuk melihat kondisi fisik dari 5700 dari 6500 stan.

Rombongan terbagi menjadi dua tim. Tim utama dipimpin Yayuk Eko Agustin, Erry Cahyadi, serta Irvan Widianto untuk mengecek kondisi unit stan di lantai LG. Sisanya mengecek kondisi fisik stan yang ada dilantai dua. Pengecekan ini menyita perhatian dari pekerja proyek yang tengah beraktifitas.

“Ada apa ini kok rombongan kayak mau perang,” tanya Henry saat rombongan ditengah ruang blok A. Setelah dijelaskan maksud kedatangan jajaran Pejabat Teras Balai Kota untuk mengecek kondisi stan, Henry segera meyakinkan bahwa kondisi fisik stan sudah hampir rampung.

Kepada petugas, Bos Properti ini menegaskan bahwa rencana pemutusan kontrak bisa berdampak panjang.”Bisa kena one prestasi lho pak. Tidak bisa begitu saja diambil alih,” tegas dia.

Suasana sempat tegang ketika tiba-tiba rombongan pedagang dari Tim Pedagang Pasar Turi Surabaya (TPPS), ikut masuk. Ketua TPPS H.Syukur dan pedagang lainnya memaksa ingin bertemu dengan Pejabat Pemkot Surabaya.

Namun, kondisi dapat diredam setelah puluhan pedagang didampingi Petugas Satpol PP keluar dari lokasi bangunan. “Pokoknya kami mendukung upaya Pemkot untuk mengambil alih pembangunan (Pasar Turi Baru, Red). Itu sesuai dengan perintah Bu Wali,” tegas H. Syukur ketika ditemui di areal TPS.

Bahkan, pedagang yang tergabung dalam TPPS berencana menetapkan tanggal 14 Oktober mendatang sebagai hari “Kemerdekaan” pedagang.”Kami akan kibarkan bendera Merah-Putih nanti. Kami mohon Bu Wali untuk segera menepati janji,” ujar Ketua Tim yang juga pedagang perlengkapan militer ini.

Sementara, tidak banyak yang disampaikan Erry Cahyadi terkait kedatangan Tim Pemkot Surabaya ke Pasar Turi Baru.”Kami cuma mengecek saja kondisi stan. Khususnya 5700 unit stan yang sudah diselesaikan,” katanya ketika dikonfirmasi via ponsel. (tur)