03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Prioritaskan Infrastruktur Jalan Daerah

Surabaya, KabarGress.com – Kota Madiun mempunyai program prioritas utama pembangunan jalan. “Dengan jalan yang halus, dan hampir tidak ada lagi jalan tanpa beraspal, berarti ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Madiun, Ir. Agus Siswanto.

Artinya, dengan jalan yang halus, maka biaya transportasi yang ditanggung oleh masyarakat utamanya masyarakat pelaku usaha semakin dapat ditekan,  yang pada akhirnya akan berpengaruh pada harga kebutuhan hidup masyarakat.

Usaha Pemerintah Kota Madiun memprioritaskan pembangunan jalan, mendapat perhatian dari Pemprov. Jatim , dengan mendapat penghargaan sebagai Juara I untuk Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang PU (PKPD PU).

Selain itu, Kota Madiun juga sebagai nominator lima besar untuk penanganan sanitasi dan penanganan jalan di tahun 2014 ini.

Ikut Bantu Pemerintah Menekan Pemakaian BBM

Ir. Suji Kuswahyudi, pengusaha meubel dari Kota Pasuruan. Sejak kecil mempunyai hobi mengutak-atik barang-barang elektronik. Sehingga tidak mengagetkan bila sejak remaja sudah mampu menciptakan mobil listrik.

Dan setelah dewasa, dengan melihat dan memperhatikan para nelayan yang kewalahan untuk mencukupi biaya pembelian BBM ketika melaut, maka tercetuslah niat untuk menciptakan energy berbasis energi air. Penelitiannya dimulai sejak 14 tahun lalu, dan tepat sebulan yang lalu hasil kerja kerasnya berbuah menjadi Juara I Inovasi Energi.

Dengan usahanya tersebut, berarti mampu membantu pemerintah menekan kebutuhan listrik dan BBM.

Kembangkan Seni Tradisional

Handayani Wilujeng, Guru Sejarah SMAN 1 Kabupaten Jombang. Sejak kecil mencintai seni tradisional utamanya Seni Tradisional Ludruk. “Pengembangan dan perhatian pemerintah terutama Pemerintah Prov. Jatim menurut saya sudah demikian besar. Hal tersebut terbukti dengan seringnya diadakan lomba, festival, workshop, seminar yang diadakan Pemprov. Jatim,” cetusnya.

Ibu handayani tidak khawatir dengan keberadaan kesenian tradisional. Hal tersebut dibuktikan dengan dari tahun ke tahun  jumlah peserta dari lomba-lomba kesenian tradisional yang semakin banyak.

Harapan ke depan, pemerintah hendaknya lebih meningkatkan dan mengembangkan pembinaan kesenian tradisional sehingga generasi muda tidak tergiur dengan keberadaan budaya barat yang belum tentu lebih baik dari kesenian tradisional yang ada di Jatim dan Indonesia pada umumnya.

Kegigihan ibu dua orang cucu dalam membina kesenian tradisional pada muridnya membuahkan hasil sebagai Juara I Teater tradisional. Tidak hanya itu pada tahun 2012 berhasil mewakili Jatim untuk tampil di TMII dan tahun 2013 sebagai duta di Bandung. (eri)