03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Pelopori Pendataan Keluarga 2014

Pakde Karwo Pelopori Pendataan Keluarga 2014Surabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo sangat peduli terhadap pendataan penduduk. Hal tersebut dibuktikannya dengan menjadi pelopor program Pendataan Keluarga 2014yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jawa Timur.

Bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat(18/7), dengan didampingi sang istri, Dra. Hj. Nina Soekarwo,Pakde Karwo sapaan akrabnya menjadi orang pertama di Jawa Timur yang melakukan pendataan keluarga oleh Timpendata dari BKKBN Jatim.

Tak kurang ada 20 pertanyaan yang dijawab dengan baik Pakde Karwo dan Bude Karwo. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terdiri dari 21 indikator pendataan keluarga danmencakup beberapa aspek, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan psikis, pengambangan diri dan bagaiamana keluarga memenuhi kebutuhan aktualisasi

“Kependudukan adalah basis pembangunan, jadi data kependudukan harus akurat. Sebab data kependudukan menjadi bagian penting dalam menyusun strategi dan kebijakan pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya untuk menyukseskan progam Keluarga Berencana (KB) dan mengatur Laju Pertumbuhan Penduduk” katanya.

Dengan melakukan pendataan keluarga, lanjut Pakde, akan diperoleh database keluarga dan anggota keluarga yang akan digunakan untuk memberikan gambaran nyata mengenai sukses tidaknya pelaksanaan program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Selain itu, juga berguna untuk mengetahui informasi tentang data demografi dan data KB. Seperti jumlah kepala rumah tangga, jumlah jiwa dalam keluarga menurut jenis kelamin, serta menurut kelompok umur tertentu. Kemudian, untuk data KB, bisa diketahui jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dan PUS yang bukan peserta KB, data anggota keluarga yang meliputi Nomer Kode Keluarga Indoensia, hingga data perubahan (mutasi) keluarga.

Oleh karena itu, Pakde Karwo mendukung sepenuhnya pelaksanaan program pendataan keluarga 2014 di Jatim. “Dari program ini kita bisa tahu, bagaimana progressnya KB, berapa jumlah anak dari Pasangan Usia Subur, alat kontrasepsi apa yang digunakan, dan lainnya. Jadi, mari kita sukseskan program ini, jangan menghindar jika ada kader BKKBN yang ingin menyurvei keluarga anda’ ajaknya.

Pada kesempatan itu, Dr. Sudibyo Alimoeso, MA Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN mengatakan, program pendataan keluarga 2014 dilaksannakan mulai 1 Juli s.d 30 September.

Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan kunjungan kepada setiap keluarga dari rumah ke rumah (door to door) melalui wawancara dan observasi oleh Kader Pendata yang terdiri dari Kader KB, PKK, Guru, Karang Taruna, dan Pramuka yang dikoordinasi oleh perangkat desa/kelurahan setempat.

Kemudian, akan dilakukan pengumpulan dan pengolahan data primer keluarga mulai tingkat RT, RW hingga tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, kader pendata akan membuat peta keluarga yang dibuat di setiap RT. Terakhir, para kader akan melakukan bimbingan/pengamatan, monitoring/supervisi. Hal tersebut bertujuan untuk memverifikasi dan sebagai validasi data.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala BKKBN Jatim, Dwi Listyawardani. (Eri)