10/08/2020

Jadikan yang Terdepan

Selain Ijazah, Loyal dan Komitmen Adalah Modal Untuk Meraih Sukses

Selain Ijazah, Loyal dan Komitmen Adalah Modal Untuk Meraih SuksesSurabaya, KabarGress.Com – Untuk meraih kesuksesan  dalam berkarier seseorang tidak cukup hanya bermolkan Ijazah saja, tetapi harus lebih dari itu. Karena bila hanya bermodalkan kecerdasan atau kepandaian saja belum tentu orang tersebut bisa sukses atau berhasil. Untuk itu, selain ijazah modal yang dibutuhkan untuk meraih adalah loyalitas, menguasai masalah dan komitmen.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim H. Akhmad Sukardi, saat memberikan pengarahan pada acara penutupan Diklatpim III Angkatan I pemprov. Jatim tahun 2014, di Diklat Prop. Jatim Jl. Balongsari Tama Surabaya, Jum’at (18/7).

Menurut Sukardi, kalau hanya pandai atau cerdas saja tidak cukup, kalau orang tersebut tidak memiliki dedikasi, komitmen dan loyalitas pada pimpinan. Karena, untuk menjadi seorang pimpinan itu dibutuhkan orang yang benar- benar mampu dan bisa menyelesaikan masalah bukan malah mencari masalah atau menjadi masalah. “ Kalau seseorang loyalitasnya tinggi, maka orang tersebut otomatis tidak akan berbuat curang atau culas. Mengapa, karena dia tahu dan mengerti bila berbuat curang atau culas maka akan menjadi masalah dan diapun akan mendapat masalah,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, para alumnus Diklatpim III Angkatan I yang dinyatakan lulus semua bahkan ada yang mendapat predikat sangat memuaskan, memuaskan dan baik ini tidak menjadi jaminan untuk membuka jalan menuju ke Eselon yang lebih tinggi. Yakni eselon II kalau yang bersangkutan tidak bisa merubah sikap atau perilaku dari sebelumnya, kalau tadinya kurang baik harus bisa menjadi dan bila tadinya sudah baik harus bisa menaikkan lagi yaitu bertambah baik.

Contohlah seekor kupu- kupu. Hewan ini tadinya adalah seekor ulat yang gatal bila dipegang, tetapi setelah dia berpuasa sampai dia menjadi kepompong dan akhirnya dia bisa menjadi kupu- kupu yang cantik dan semua orang senang serta bila ditangkap atau dipegang tidak gatal lagi. Hal itu hampir sama dengan mengikuti peserta Diklatpim ini,  karena dalam mengikuti pendidikan maka semua peserta harus mengikuti aturan yang diterapkan disini dan aturan tersebut harus diikuti hingga pendidikan selesai. Tujuan apa/ tidak lain adalah supaya para peserta bisa merubah sikap dan perilaku yang tadinya jelek menjadi baik dan yang baik bisa menjadi lebih baik lagi.

Sebelum mengakhiri sambutannya, sekdaprov. mengaharapkan,  semua peserta Diklat yang telah menyelesaikan pendidikannya ini bisa kembali ke SKPD masing- masing dengan memverikan inovasi baru dan meningkatkan dedikasinya sebagai Abdi Negara.

Sementara Kabandiklat prov. Jatim Dr. Syaiful Rahman,MM, MPd melaporkan, Diklatpim III Angkatan I yang diikuti 30 orang peserta dari lingkungan prov. Jatim ini dilaksanakan selama tiga bulan atau 95 hari mulai dari tgl 10 maret sampai tgl 18 juli 2014. Pendidikan selama tiga bulan ini diisi dengan materi pelajaran kelas, diskusi kelas, simulasi, diskusi lapangan dan membuat hasil laporan kerja lapangan serta  membuat kerta kerja perbaikan proyek di tempat kerja atau SKPD masing-masing. (eri)