04/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Empat Tahun Berturut-turut, Jatim Pertahankan Penghargaan SLHD

Gus Ipul mendapat ucapan selamat dari Menteri Lingkungan Hidup RI usai menerima penghargaan SLHD yang diserahkan Wapres RI.
Gus Ipul mendapat ucapan selamat dari Menteri Lingkungan Hidup RI usai menerima penghargaan SLHD yang diserahkan Wapres RI.

Jakarta, KabarGress.com – Di Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2014, Pemprov Jatim mendapatkan apresiasi tertinggi dari pemerintah pusat yakni memperoleh penghargaan tertinggi dalam penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) secara nasional tahun 2013. Ini artinya Jatim telah mempertahankan penghargaan tersebut selama empat tahun berturut-turut sejak laporan SLHD tahun 2010.

Penghargaan berupa plakat berlogo akar pohon itu diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf di Istana Wakil Presiden RI, Kamis (5/6/2014) pagi.

Evaluasi terhadap Laporan SLHD dilakukan untuk mendorong pemerintah daerah melaporkan kondisi lingkungan hidupnya. Pada tahun ini, penyusunan SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori provinsi adalah Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Jambi. Sedangkan untuk kategori kabupaten/kota diberikan kepada Kab.Dharmasraya Prov. Sumatera Barat , Kota Padang Prov. Sumatera Barat, dan Kota Sungai Penuh Prov. Jambi.

Selain pemberian penghargaan SLHD, pemerintah pusat melalui Kementerian LH juga memberikan beberapa kategori penghargaan di bidang lingkungan hidup, yakni penghargaan Kalpataru, Adipura dan Adiwiyata. Untuk ketiga kategori itu, Provinsi Jawa Timur mendapatkan predikat terbanyak dari seluruh penghargaan yang diberikan.

Jatim juga memperoleh 30 penghargaan Adipura terdiri dari 8 anugerah Adipura Kencana dan 22 Anugerah Adipura pada tingkat kabupaten/kota. Adapun kedelapan kabupaten/kota penerima Adipura Kencana yakni Kota Surabaya (Kota Metropolitan), Kota Malang (Kota Besar), Kab. Tulungagung, Kab. Jombang, Kota Madiun, dan Kota Probolinggo (Kota Sedang), Kab. Lamongan dan Kab. Tuban (Kota Kecil).

Selain itu, Plakat Penyusunan Laporan SLHD Tahun 2013 terbaik untuk kategori kabupaten/kota diraih beberapa kabupaten/kota di Jatim antara lain Kab. Lamongan, Kota Surabaya, Kab. Lumajang. Untuk sekolah adiwiyata mandiri, Jatim memperoleh sebanyak 19 penghargaan sekolah adiwiyata mandiri tahun 2014. Sedangkan pada anugerah untuk sarana dan prasarana terbaik adipura tahun 2014, Jatim juga mendapat penghargaan lokasi terbaik Tempat Pemrosesan Akhir di Pasuruan.

Usai menerima penghargaan, Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, khusus untuk Jawa Timur, pemberian penghargaan tersebut dinilai terbanyak jumlahnya dari seluruh daerah di Indonesia. Dengan predikat itu, membuktikan kalau Pemprov Jatim secara sungguh-sungguh telah memperhatikan dan peduli terhadap persoalan lingkungan hidup di wilayahnya.

“Untuk Provinsi Jatim, penghargaan ini merupakan keempat. Sedangkan untuk kabupaten/kota, Jatim berhasil memperoleh 30 penghargaan adipura termasuk 8 adipura kencana di dalamnya. Ini adalah kerja keras dari semua pihak, dan kita ingin nanti semua kabupaten/kota bisa memperoleh penghargaan bersama-sama,” ujar Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim.

Gus Ipul meminta agar predikat yang sudah diterima harus mampu dipertahankan, apalagi Jatim sudah keempat kalinya menerima penghargaan ini. Menurutnya, salah satu cara mengoptimalkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yakni dengan adanya keteladanan dari pimpinan daerah, serta kesadaran masyarakat yang makin merata.

Sementara itu, Wapres RI Boediono mengaku berbangga hati dengan pemberian penghargaan lingkungan hidup seperti Kalpataru dan sejenisnya sebagai bentuk kontribusi masyarakat. Ke depan, ia meminta agar pemberian seperti itu bisa ditingkatkan standarnya dengan tidak lagi sekedar memotret keberhasilan sesaat, namun juga pencapaian konsisten.

Peningkatan standar penghargaan maksudkan seperti program lingkungan hidup yang berlangsung selama beberapa tahun sehingga bisa terukur keberhasilannya. Kemudian juga perbaikan kualitas lingkungan hidup yang terintegrasi dalam sistem birokrasi dan pemerintahan lokal. Atau bahkan upaya penerapan prinsip-prinsip lingkungan hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. “Jadi kita tidak perlu terperangkap pada rutinitas tiap tahun,” kata Wapres RI.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menyebutkan sejumlah pencapaian program-program kerja kementeriannya, antara lain perbaikan indeks kualitas lingkungan hidup dari tahun 2009 ke 2014, peningkatan peserta penghargaan lingkungan hidup dari kalangan industri/korporasi, peluncuran kampanye Indonesia Bersih 2020 sampai ke peningkatan insiatif masyarakat dalam mengelola sampah yang diukur dari jumlah bank sampah swadaya masyarakat yang setiap tahun jumlahnya bertambah.

Saat mendampingi Wagub Jatim, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jatim Indra Wiragana menyampaikan, dalam setiap peringatan Hari Lingkungan Hidup dan dari segi penghargaan yang diterima, Jatim selalu merajai secara nasional. Rata-rata setiap tahun, Jatim selalu mendapatkan penghargaan terbanyak meskipun ada grafik naik turun. “Ada grafik penurunan, karena sistem penilaian ditingkatkan tahun 2013-2014 ini. Kalau dulu passing gradenya 74, sekarang menjadi 75. Meskipun ada penurunan, tetapi Jatim mengalami peningkatan dalam segi penerimaan adipura kecana pada 8 kabupaten/kota,” ujarnya. (Eri)