04/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Sambut Tawaran USD 200 Milliar Investor Jepang

Gubernur Jatim Soekarwo saat menerima kunjungan Presiden Direktur Dowa Jepang Ken Ichi Sasaki di ruang kerjanya.
Gubernur Jatim Soekarwo saat menerima kunjungan Presiden Direktur Dowa Jepang Ken Ichi Sasaki di ruang kerjanya.

Surabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menyambut positif tawaran dari perusahaan multinasional asal Jepang, DOWA Group. Perusahaan tersebut menawarkan proyek senilai USD 200 miliar untuk mendirikan pabrik pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan menggunakan teknologi modern, ramah lingkungan dan ongkos produksinya murah.

“Tawaran ini saya kira menjadi solusi dan angin segar bagi dunia industri sekaligus lingkungan hidup di Jawa Timur” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat menerima Direktur DOWA Group, Ken Ichi Sasaki di Ruang Kerja Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Jumat (6/6).

Pakde Karwo mengatakan, masalah pengolahan limbah B3 menjadi perhatian serius bagi Pemprov Jatim. Sebab untuk mengolah limbah berbahaya tersebut, pabrik-pabrik di Jatim harus mengirimnya ke pabrik pengolahan limbah di Cileungsi, Bogor.

Hal tersebut sangat tidak efisien, karena membutuhkan ongkos cukup mahal karena jaraknya cukup jauh serta sangat beresiko jika ditengah jalan terjadi kecelakaan pada truk pengangkut limbah. “Jika terjadi kecelakaan di jalan bisa jadi bom atom, ini kerugian yang tidak bisa dihitung jumlahnya karena menyangkut keselamatan nyawa manusia dan lingkungan” katanya.

Oleh sebab itu, Pakde Karwo menyambut positif pendirian pabrik pengolahan limbah di Jatim. Dengan adanya pabrik tersebut tentu akan menambah daya jual di bidang investasi, serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik-pabrik yang diam-diam membuang limbah berbahayanya secara sembarangan untuk menekan ongkos pengeluaran.

“Secara otomatis, dengan adanya pabrik pengolahan limbah di Jatim akan mendorong pabrik-pabrik lebih disiplin dalam pembuangan limbahnya. Sebab mereka tidak perlu mengangkut limbahnya ke Cileungsi lagi. Jadi sangat low cost apalagi didukung kondisi lalu lintas di Jatim yang lebih tertib dan lancar. Ini harapan baru bagi pertumbuhan industri di Jatim” tambahnya.

Pakde Karwo menambahkan, pabrik tersebut direncanakan dapat beroperasi pada 2015. Kemudian, pabrik tersebut akan dijadikan prospektus unggulan provinsi Jatim. “Kami akan promosikan bahwa jika investor mendirikan pabrik, ongkosnya tidak mahal karena limbahnya bisa diolah disini. Jatim sangat bagus untuk bisnis dan juga lingkungan hidup” tambahnya.

Kepada Ken Ichi Sasaki, Pakde Karwo menjamin bahwa investasi di Jatim sangat menguntungkan karena ICOR-nya sangat rendah, yakni 2,9. Hal itu didukung government guarantee, yaitu ketersediaan lahan, ketersediaan listrik yang melimpah, perijinan yang mudah, serta sumber daya manusia yang berkualitas.

Mendengar penjelasan Pakde Karwo, Direktur DOWA Ken Ichi Sasaki mengatakan bahwa pihaknya semakin tertarik untuk melakukan investasi di Jatim. Dipilihnya Jatim sebagai tempat investasi karena perkembangan industri di Jatim sangat bagus, hal itu didukung infrastrukstur sarana dan prasarana yang baik.

Ia menjelaskan, teknologi pengolahan limbah yang ditawarkannya adalah dengan sistem pembakaran dimana limbah dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi untuk menghasilkan energi guna membangkitkan listrik. Teknologi yang ditawarkan cukup ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang sangat rendah dan dapat mengolah limbah jenis apapun.

Berbagai jenis limbah dapat diolah dengan teknologi ini, baik yang berbahaya maupun tidak, baik limbah cair maupun padat. Proses pembakarannya dibantu dengan menggunakan limbah oli bekas yang memiliki nilai kalori tinggi serta kalor yang dihasilkan dari limbah-limbah tersebut.

Senada dengan Pakde Karwo, Ken Ichi Sasaki juga sepakat bahwa permasalahan lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu, dengan pendirian pabrik tersebut diharap dapat mengurangi pencemaran lingkungan hidup. “Kami berterima kasih atas sambutan positif yang diberikan Bapak Gubernur, dengan hormat kami juga mengundang Bapak untuk melihat lebih jauh teknologi pengolahan kami di pabrik kami di Jepang” pungkasnya. (eri)