WS Bidik Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Wishnu Sakti BuanaSurabaya, KabarGress.Com – Menjamurnya toko modern di perkampungan menjadi perhatian calon wakil walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Sebab, keberadaan Indomaret, Alfamart berdampak pada perekonomian warga. Terutama ibu-ibu rumah tangga yang membuka toko peracangan.

“Pemerintah Surabaya sudah membatasi toko modern. Tetapi kalau di kampung-kampung semakin banyak, ini tantangan yang harus kita lawan,” tuturnya saat berkunjung ke Koperasi Setia Bhakti Wanita Jalan Jemur Andayani, Senin (19/10/2015).

Calon wakil walikota yang mendampingi Tri Rismaharini menjelaskan, salah satu cara untuk melawan toko modern dengan memperbanyak koperasi. Koperasi tidak hanya berdiri di kecamatan atau pusat kota, tetapi koperasi harus masuk kampung. “Kita ingin di tingkat RW punya koperasi, jadikan koperasi sebagai kebutuhan hidup warga dan memberdayaan ekonomi keluarga,” ucapnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini menegaskan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang paling cocok adalah koperasi. Ruang gerak koperasi tidak hanya dibatasi dengan aktifitas simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi di tingkat RW bisa mengakomodir setiap kebutuhan warga, terutama warga yang menjadi Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Akar melawan kapitalisme dari kampung dengan koperasi, misalnya kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi oleh koperasi yang ada rw. Jadi pemkot tidak perlu membatasi toko modern, bisa jadi dengan sendirinya akan tutup, karena tidak ada yang mau beli,” ucapnya.

Mantan wakil ketua DPRD Surabaya ini menerangkan, koperasi memiliki peranan cukup penting di tengah perekonomian warga. Apalagi koperasi di Surabaya cukup stabil. Menurutnya, tidak satupun koperasi gulung tikar karena krisis moneter. Dari beberapa kasus, koperasi hanya bangkrut karena ditelikung atau ditinggalkan anggota.

Selama ini, Whisnu mengaku, masih mencari konsep yang pas dalam pemberdayaan koperasi. Mengingat perannya yang cukup urgen di tengah pemberdayaan ekonomi warga, Whisnu berjanji akan mecarikan konsep yang bagus. Sehingga koperasi terus berkembang dengan baik.

“Sejauh ini, kita kasih angaran bergulir Rp 50 juta perkelompok, bisa jadi anggaran ini ditambah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua I Koperasi Setia Bhakti Wanita Indri Suryani berharap, peran koperasi tidak lagi hanya bergerak di bidang simpan pinjam, lebih dari itu koperasi bisa mengendalikan pasar ekonomi, seperti bisa menentukan harga barang kebutuhan pokok, dan harga-harga lainnya.

“Kalau gerakan koperasi kompak, semua koperasi bersatu, kita bisa menentukan harga,” terangnya.

Menurutnya, koperasi bisa mengelola PKL. Mereka bisa diarahkan membentuk wadah profesional untuk mengakomodir kebutuhan berdagang. Sehingga, para PKL yang terbentuk dalam organisasi profesional bisa saling membantu. “Kita punya konsep tanggung renteng oke, ditanggung renteng no way. Artinya, saling tolong menolong, tapi jangan sampai merepotkan orang lain,” ucapnya. (tur)

Leave a Reply


*