01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pembangunan Underpas Dimulai Akhir Tahun

Surabaya, KabarGress.Com – Pembangunan underpas Jalan Mayjen Sungkono ditargetkan dimulai akhir tahun ini. Saat ini, pengembang, DPD Real Estet Indonesia (REI) Jawa Timur sedang melengkapi detail engeneering design (ded). Sebab, ded yang dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ada perubahan di lapangan dan perlu penyesuaian.

Ketua DPD REI Jatim Paulus Totok Lucida mengaku sedang menggandeng konsultan perencanaan yang dipakai Pemkot Surabaya untuk mempercepat penyesuaian ded. Selain perlu penyesuaian ded, pihaknya sedang menghitung ulang anggaran yang akan dipakai untuk membangun underpas.

“Awal-awal kita anggarkan dolar masih Rp10 ribu, sekarang sudah naik, jadi anggarannya kita hitung ulang, tapi kami optimis akhir tahun sudah digarap,” ucapnya di Komisi C, Selasa (20/10/2015).

Paulus berjanji, pembangunan underpas tidak akan terpengaruh oleh kenaikan dolar. Apapun kondisi perekonomian global, pembangunan underpas yang diproyeksikan untuk mengurai kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono akan terus jalan. Saat ini, DPD REI sedang menyiapkan anggaran sebesar Rp80 miliar. “Planing kami, kumpulkan Rp 80 miliar. Dengan proses izin yang mudah, proyek ini akan segera direalisasikan,” tegasnya.

Meski menargetkan akhir tahun dimulai, pihak DPD REI belum melakukan lelang tender. Menurutnya, proyek underpas tidak akan selesai setahun. Proyek ini akan meggunakan sistem multiyears. Sehingga, ketika anggaran kurang, maka proyek tersebut akan dilanjutkan di tahun berikutnya. “Meskipun kami punya kontraktor, tapi kami lakukan teder supaya fair,” tukasnya.

Underpas Jalan Mayjen Sungkono dibangun untuk mengurai kemacetan. Panjang underpas ini diperkirakan mencapai 466 meter. Pembangunannya membentang dari Taman Makan Pahlawan Mayjen Sungkono hingga Jalan H.R Muhammad. Anggaran pembangunan underpas ini akan ditanggung oleh pengembang.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius meminta Pemkot Surabaya tetap mengalokasikan anggaran. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kendala pada saat pembangunan sehingga mengakibatkan pengembang tidak bisa melanjutkan. Ketika pembangunan mangkrak, maka Pemkot Surabaya bisa mengambil alih menggunakan anggaran yang sudah tersedia.

“Jadi kalau pembangunannya tunda, maka kemacetan akan terus berlanjut,” ucap politisi asal Partai Nasdem ini. (tur)