02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Antisipasi Bahan Pokok Naik, Pemkot Gelar Bazar Ramadhan dan Operasi Pasar

Suasana rapat koordinasi membahas stabilitas harga selama RamadanSurabaya, KabarGress.Com – Harga bahan kebutuhan pokok mulai merangkak naik jelang memasuki Bulan Suci Ramadan. Oleh karenanya, pemkot melakukan langkah antisipasi pengendalian stabilitas harga berupa bazar Ramadan dan operasi pasar. Bahkan, jumlah bazar Ramadan yang biasanya digelar di 10 titik tahun ini bakal ditambah menjadi 20 lokasi.

Hal tersebut disampaikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat memimpin rapat koordinasi pengendalian stabilitas harga di balai kota, Kamis (11/6/2015). Pertemuan yang mengundang para produsen dan distributor itu juga dihadiri sekretaris daerah, para asisten dan sejumlah kepala dinas di lingkup Pemkot Surabaya.

Risma -sapaan Tri Rismaharini- mengatakan, kenaikan harga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Menurut mantan kepala bappeko ini, penurunan daya beli dampaknya cukup berbahaya karena bisa menjurus ke masalah sosial dan kriminalitas. Hal ini lah yang menjadi perhatian tersendiri bagi pemkot. Untuk itu, Risma langsung menginstruksikan penambahan lokasi bazar Ramadan.

“Tolong Pak Wid kalau bisa tahun ini lokasi bazar Ramadan dan operasi pasarnya ditambah menjadi 20 titik. Jika menemui kesulitan silahkan lapor saya nanti akan saya bantu,” kata Risma kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (disperdagin) Surabaya Widodo Suryantoro.

Dijumpai usai rapat, Widodo mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti instruksi walikota tersebut. Sejauh ini koordinasi antara disperdagin dengan para produsen dan distributor sudah berjalan dengan baik. “Ya tinggal pemantapan pelaksanaan di lapangan saja,” tuturnya.

Dikatakan Widodo, tren kenaikan bahan kebutuhan pokok mulai bergerak landai. Berdasar data laporan perkembangan harga oleh disperdagin pada Juni minggu pertama, kenaikan paling signifikan terjadi pada gula pasir lokal curah yakni sebanyak 6,42 persen. Gula pasir yang pada pekan terakhir bulan Mei berkisar Rp 11.840/kg kini menjadi Rp12.600/kg.

Sedangkan telur ayam broiler naik 4,78 persen, dari Rp19.500/kg menjadi Rp20.431/kg. “Nah, dua item ini yang sekarang menjadi perhatian kami di lapangan,” terang dia.

Widodo menambahkan, pemkot sejatinya sudah memulai “pemanasan” operasi pasar sejak Senin (8/6/2015) hingga Kamis (11/6/2015). Selanjutnya, pelaksanaan intervensi pemkot di sektor ekonomi tersebut akan dimulai saat memasuki bulan puasa. Tepatnya pada 23 Juni dan berakhir H-5 sebelum lebaran.

Mantan Kabag. Perekonomian itu memastikan kedua puluh titik pelaksanaan bazar murah dan operasi pasar tersebar rata di Surabaya pusat, utara, selatan, barat dan timur. Adapun kriteria pemilihan lokasi diutamakan bagi wilayah dengan tingkat ekonomi warga menengah ke bawah. Dengan demikian, pelaksanaan program tersebut lebih tepat sasaran.

Widodo menyatakan, beberapa barang yang diperjual belikan dalam program itu di antaranya beras, gula, telur, minyak goreng, tepung terigu, daging dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dia menjamin, harga barang dalam operasi pasar dan bazar Ramadan lebih murah dibanding harga pasar. Sebab, pemkot melakukan pemotongan jalur distribusi dan agen.

Sementara itu, Asisten II (bidang perekonomian dan pembangunan) Sekkota Surabaya M. Taswin memastikan suplai daging sapi di Surabaya aman selama Ramadan. Berdasar perhitungan pemkot, kebutuhan daging selama bulan puasa mencapai 936 ribu kilogram. Sedangkan total daging yang disiapkan melalui Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) sebanyak 1,2 juta kilogram.

“Intinya stok daging aman. Selain memaksimalkan sapi lokal Surabaya, RPH juga akan mendatangkan sapi-sapi dari daerah lain. Tentunya, tetap dengan pengawasan ketat mengenai asal-usul ternak yang didatangkan,” ujar pejabat kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat ini.

Sekadar informasi, bazar Ramadan akan diselenggarakan di sentra wisata kuliner Semolowaru (23-24 Juni); box culvert Kel. Sukomanunggal (24-25 Juni); lapangan futsal RW 11 Kec. Wonocolo (25-26 Juni); box culvert Kec. Wiyung (26-27 Juni) dan lapangan pringgodani Kec. Tenggilis Mejoyo (30 Juni-1 Juli).

Selain itu juga di lapangan RW IX PBI Kec. Pakal (1-2 Juli); sentra ikan bulak (SIB) Kec. Kenjeran (3-4 Juli); sentra PKL Karah Kec. Jabangan (7-8 Juli); lapangan wonosari lor Gg. KB Kec. Semampir (9-10 Juli); serta halaman Pandan Sari Kec. Benowo (11-12 Juli). Lokasi-lokasi tersebut belum termasuk penambahan 10 lokasi baru yang jadwalnya masih dalam tahap penyusunan oleh Disperdagin. (tur)

Teks foto: Suasana rapat koordinasi membahas stabilitas harga selama Ramadan.