02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: “MTQ Syiarkan Islam dan Perkuat Benteng Akhlak”

Gubernur Soekarwo bersama istri melambaikan tangan menyambut defile kafilah kabupaten dan kota se Jatim yang ikut dalam ajang MTQ Tingkat Jatim ke 26 yang diselenggarakan di Kabupaten Banyuwangi.Banyuwangi, KabarGress.com – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan sarana untuk mensyiarkan ajaran Agama Islam sekaligus memperkuat benteng akhlak. Keduanya menjadi modal penting bagi bangsa ini untuk menghadapi era globalisasi yang dapat membawa pengaruh negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Hari-hari ini kita menghadapi dunia yang seakan tanpa batas, orang bisa mengakses informasi dimana saja, baik yang positif maupun negatif. Lalu apa bentengnya? Jawabannya adalah akhlak. Kesejahteraan makin jauh dari kita jika akhlak meninggalkan kehidupan berbangsa dan bernegara.” Demikian yang disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-26 di lapangan Taman Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (23/5) malam.

Pakde Karwo mengatakan, dengan diselenggarakannya MTQ, masyarakat akan diajak mendengarkan syiar Islam dari para kafilah MTQ. Melalui syiar itulah, benteng akhlak masyarakat diperkuat sehingga makin termotivasi untuk menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam, sehingga tidak terjerumus dalam pengaruh negatif era globalisasi.

Gubernur Soekarwo didampingi Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menekan tombol tanda dibukanya MTQ Tingkat Jatim ke 26 di Kabupaten Banyuwangi“Hampir tidak ditemukan negara yang makmur dengan basis akhlak dan agama yang lemah, justru negara itu bisa hancur. Karena itu, MTQ ini membawa kesalehan individu menjadi kesalehan sosial serta kesejahteraan bagi Jatim yang basisnya akhlak. Saya harap MTQ menghasilkan nilai yang tidak bisa diukur dalam kehidupan, yaitu nilai akhlak, kejujuran, dan spritual” tuturnya.

Kepada Dewan Hakim MTQ, Pakde Karwo berpesan agar bertindak jujur. “Dewan hakim, tolong bawalah anak-anak yang sebagian besar adalah penghafal Al-quran dan berjasa pada syiar islam ini dengan sejujur-jujurnya. Disinilah kita akan mencetak kafilah-kafilah yang membawa Indonesia jadi negara yang makmur, sejahtera, dan akhlaknya juga bagus. Bibitnya adalah dari sini, dari MTQ ini” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Penyelenggara MTQ yang juga Sekretaris Darerah Provinsi Jatim, Dr. H. Akhamd Sukardi mengatakan, MTQ ini selain menyebarkan syiar Islam juga sebagai upaya untuk membangkitkan rasa cinta pada Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan mencari kafilah yang berkualitas sehingga dapat bersaing di MTQ tingkat nasional.

Gubernur Soekarwo didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu sebelum membuka MTQ Tingkat Jatim ke 26 di Kabupaten Banyuwangi (1)Lebih lanjut Sukardi mengatakan, MTQ ini diikuti sebanyak 1.671 orang yang terdiri dari peserta lomba sebanyak 1.166 orang, dan official sebanyak 505 orang. Sedangkan jenis lomba terdiri dari 7 cabang yang dibagi dalam 20 golongan, yaitu Cabang Tilawah AL-Qur’an (terdiri dari 6 golongan), Hifzhil Al-Qur’an (5 golongan), Tafsir Al-Qur’an (3 golongan), Fahmil Al-Qur’an (1 golongan), Syahril Al-Qur’an (1 golongan), Khoth AL-Qur’an (4 golongan), dan Musabaqah Makalah Qur’an (MMQ) (1 golongan).

“Guna mendukung kejujuran, obyektifitas, transparansi, dan kualitas pelaksanaan MTQ, maka penyelenggaraan MTQ ini juga menggunakan metode finger print untuk mengetahui keaslian identitas peserta yang tampil. Disamping itu, pelaksanaan lomba juga bisa disaksikan secara live streaming pada website www.mtqjatim.com” katanya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ ini, diharapkan MTQ ini dapat membawa kesejukan dan keberkahan bagi masyarakat Jatim, dan Banyuwangi pada khususnya.

“Ketika SK penyelenggaraan MTQ di Banyuwangi ini ditandatangani Bapak Gubernur. Maka saya nyatakan siap!.. Karena saya optimis, multiplayer effect-nya akan sangat bermanafaat bagi masyarakat Banyuwangi. Karena itu, kami sampaikan terima kasih pada kepada Bapak Gubernur atas kepercayaan ini” ujarnya.

Abdullah Azwar Anas melanjutkan, kedepan akan ada 38 even berkelas internasional yang dinamakan “Banyuwangi Festival” yang diselenggarakan di Banyuwangi. Diantaranya International Surfing Competition, Jazz Big Festival, Festival Jazz Gunung, dan festival lainnya, termasuk festival mainan anak-anak.

“Bagi banyuwangi, ini sangat penting. Pasalnya, festival bukan hanya untuk mencari pemasukan saja, tapi juga sebagai persiapan kami menghadapi MEA. Karena itu, hampir seluruh even Banyuwangi Festival tidak dikerjakan oleh Event Organizer (EO), tapi oleh PNS kami sendiri” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si, Kepala Bakorwil Malang, para kiai dan ulama, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Ketua MUI Jatim, Forpimda Kab. Banyuwangi, Ketua komisi E DPRD Jatim, para kepala daerah (bupati/walikota), diantaranya ibu Walikota Probolinggo, Walikota Madiun bersama istri, Bupati Lumajang, Wakil Bupati Kediri, Wabup Tuban, Wabup Sampang, Wakil Bupati Bangkalan, Wabup Sumenep, serta ribuan masyarakat sekitar. (hery)

Teks foto:

– Gubernur Soekarwo bersama istri melambaikan tangan menyambut defile kafilah kabupaten dan kota se Jatim yang ikut dalam ajang MTQ Tingkat Jatim ke 26 yang diselenggarakan di Kabupaten Banyuwangi.

– Gubernur Soekarwo didampingi Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menekan tombol tanda dibukanya MTQ Tingkat Jatim ke 26 di Kabupaten Banyuwangi.

– Gubernur Soekarwo didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu sebelum membuka MTQ Tingkat Jatim ke 26 di Kabupaten Banyuwangi.