26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Gelar Parade Budaya dan Bunga Pagi Hari

Asisten I Sekkota Surabaya (kanan) menjelaskan rencana parade budaya dan pawai bungaSurabaya, Kabargress.Com – Beragam acara disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya demi memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722 pada 31 Mei nanti. Dari mulai acara seremoni, bakti sosial hingga pawai bunga yang bisa dinikmati oleh warga Kota Pahlawan. Dari beragam acara tersebut, salah satu yang paling ditunggu di setiap perayaan HJKS adalah parade budaya dan bunga.

Asisten I Sekkota Surabaya, Yayuk Eko Agustin mengatakan, untuk perayaan HJKS ke-722 ini, perayaan HJKS ke-722 akan dikemas dengan nuansa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu agenda yang akan dikemas berbeda adalah parade budaya dan bunga. Perbedaan paling utama adalah waktu pelaksanaan yang biasanya siang, untuk tahun ini akan digelar pada pagi hari.

Menurut Yayuk, bila digelar pada siang hari seperti yang sudah-sudah, kemeriahannya kurang maksimal. Ini karena waktu yang mendekati malam. Sementara bila digelar pagi, waktunya relatif lebih panjang. “Kalau pagi, bunganya juga masih segar. Udaranya juga masih segar. Masyarakat ljuga bisa melihat lebih lama,” tegas Yayuk Eko di acara jumpa pers yang digelar di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jumat (17/4/2015).

Yayuk Eko didampingi Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, Wiwiek Widayatai, serta Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pemkot Surabaya, Ifron Hady Susanto.

Dijelaskan Yayuk, tidak hanya waktu pelaksanaan parade budaya dan bunga yang berbeda, rute nya pun akan sedikit berbeda. Untuk start, akan tetap sama, yakni dari kawasan Tugu Pahlawan. Kecuali untuk model fashion yang berjalan kaki, akan start dari SMA Trimurti. Parade akan berakhir (finish) di Taman Surya. Namun, tidak berhenti di situ.

“Setelah dari Taman Surya, mobil parade bunga akan belok kanan, berjalan menuju beberapa rute seperti ke Jalan Ahmad Yani. Kita siapkan dua rute. Ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar bisa leluasa menikmati parade bunga ini,” sambung mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) ini.

Dua pekan jelang pelaksanaan Parade budaya dan bunga, Yayuk menyebut sudah ada 70-an peserta yang sudah memberikan konfirmasi ikut. Selain beberapa perusahaan besar di Surabaya, juga ada peserta dari luar kota. Diantaranya dari Bantul, Makassar, Kota Waringin dan Sleman. Yayuk berharap, perusahaan-perusahaan besar yang belum mendaftar, juga tergugah untuk ikut meramaikan acara ini.

“Acara parade budaya dan bunga di Surabaya tidak kalah dari yang di Pasadena. Tapi tentunya, tanpa publikasi dari teman-teman media, acara ini kurang semarak. Karena itu, saya minta bantuan kawan-kawan media untuk ikut mempublikasikan kegiatan ini,” jelasnya.

Selain parade budaya dan bunga, pekan lalu Pemkot Surabaya sudah me-launching acara Surabaya Health Season (SHS). Lalu pada akhir April nanti aka nada Surabaya Fashion Parade. Dan pada 1 Mei, ada Surabaya Shopping Festival. Lalu, Festival Rujak Uleg pada 10 Mei, Festival Kuliner Tunjungan (24 Mei 2015), hingga Surabaya Great Expo pada 27 Mei-31 Mei 2015.

“Kita sudah koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat seperti pihak hotel/restoran juga perhubungan. Sehingga nanti ketika masuk 1 Mei, nuansanya sudah bercerita tentang hari jadi Surabaya,” jelas Yayuk. (tur)

Teks foto: Asisten I Sekkota Surabaya, Yayuk Eko Agustin (kanan), menjelaskan rencana parade budaya dan pawai bunga.