29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Dewan Pesimis Pemkot Bisa Kelola Pasar Tunjungan

M. Machmud
M. Machmud

Surabaya, KabarGress.Com – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Muchammad Machmud mengaku pesimis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa mengelola Pasar Tunjungan. Dia khawatir, ketika pengelolaan Pasar Tunjungan nanti dikelola Pemkot Surabaya, akan merugi karena kurang profesional.

Politisi asal fraksi Partai Demokrat ini, menyarankan Pemkot Surabaya menggandeng investor dengan menggunakan sistem build operation transfer (BOT) dalam pembangunan Pasar Tunjungan. Komisi yang membidangi pembangunan ini menilai, sistem BOT akan lebih menguntungkan Pemkot karena tidak menggunakan dana APBD.

Mantan wartawan ini menegaskan, dengan sistem BOT, pengelolaan pasar juga akan lebih profesional. Kalau menggunakan BOT, dalam 25 tahun ke depan aset Pasar Tunjungan akan menjadi milik Pemkot. Kemudian, pemkot juga tidak akan menanggung kerugian ketika nanti Pasar Tunjungan beroperasi ternyata tidak laku.

Mantan ketua DPRD Kota Surabaya ini berpendapat, menggandeng investor merupakan satu-satunya jalan agar pembangunan pasar legendaris ini bisa terealisasi. Pasalnya, sejauh ini belum ada niatan serius dari Pemkot Surabaya untuk membangun Pasar Tunjungan.

Sejauh ini, Pemkot bersikeras akan menggunakan dana APBD dalam pembangunan pasar yang berlokasi di Jalan Tunjungan ini. Tapi kenyataannya, Pemkot tidak mengalokasikan dana APBD untuk pembangunan pasar tersebut.

“Lha kan aneh, katanya mau mbangun pasar tapi tidak ada dananya. Kalau serius membangun pasar, siapkan dulu dananya,” ujarnya, Senin (6/4/2015).

Machmud menyayangkan Pasar Tunjungan yang tak kunjung dibangun. Sebab, lokasi pasar ini berada di lokasi yang sangat strategis, yakni di jantung kota Surabaya. Lantaran berlokasi strategis, tak heran pengembang besar seperti PT Pakuwon Jati Tbk terus mengembangkan Plaza Tunjungan (TP).

Saat ini, TP tengah berubah menjadi kawasan superblock yang dilengkapi dengan hotel, apartemen, gedung perkantoran dan juga tempat perbelanjaan. “Kalau tidak ada anggarannya, yang sudah itu yang jadi dirut (direktur utama) PD Pasar Surya. Bagaimana dia mau membangun kalau uangnya tidak ada,” paparnya.

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan mengaku, pihaknya serius membangun Pasar Tunjungan. Pembangunan pasar ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari PD Pasar Surya, BUMD milik Pemkot Surabaya. Pihaknya sudah meminta pada direksi PD Pasar Surya untuk merinci berapa besar anggaran dalam pembangunan pasar ini.

“Kalau ada rincian anggaran, terserah mereka (PD Pasar Surya), sumber dana pembangunan ini baiknya dari mana. Apakah dari full APBD atau menggandeng investor,” katanya.

Diketahui, total investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tunjungan ini mencapai Rp80 miliar. Konsep awal, bangunan pasar ini terdiri enam hingga delapan lantai. Untuk lantai satu akan digunakan sebagai pusat jajanan dan makanan khas Surabaya. Untuk lantai dua akan digunakan untuk penjualan kerajinan.

Sedangkan untuk lantai tiga hingga ke atas, rencananya akan diperuntukkan sebagai gedung perkantoran. Pemilihan sebagai gedung perkantoran, dikarenakan lokasi Pasar Tunjungan berada di tempat yang sangat strategis. (tur)