Gus Ipul: Wayang Suntikkan Energi Pembangunan

Bupati Trenggalek menyambut kedatangan Wakil Gubernur Jatim di alun-alun Kab TrenggalekGus Ipul memberikan sambutan pada acara gelar pentas seni wayangan di alun-alun Kab Trenggalek dengan tema Semar Mbangun Khayangan (2)Gus Ipul memberikan sambutan pada acara gelar pentas seni wayangan di alun-alun Kab Trenggalek dengan tema Semar Mbangun KhayanganWagub Jatim Gus Ipul, Bupati Trenggalek Mulyadi, Kepala Dibudpar Pemprov Jatim Jarianto dan Dalang Ki Anom Dwi Jojangko Foto bersamaWakil Gubernur Jatim memberikan Gunungan kepada Dalang Ki Anom Dwi Jokangko sebagai tanda dimulainya gelar pentas seni wayanganTrenggalek, KabarGress.Com – Kesenian wayang mampu memberikan suntikan energi pembangunan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Ini karena wayang menyajikan serta mengajarkan tontonan dan tuntunan yang memuat nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Hal itu menjadi modal berharga untuk membangun bangsa di era modern.

Demikian yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan” yang didalangi oleh Ki Anom Dwijokangko bertempat di alun-alun kabupaten Trenggalek, Kamis (2/4) malam.

Gus Ipul mengatakan, di era modern saat ini, bangsa ini membutuhkan energi pembangunan yang berdasarkan nilai-nilai luhur serta moral yang telah diajarkan oleh nenek moyang, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras dan damai. Salah satu media untuk belajar nilai-nilai luhur tersebut adalah melalui kesenian wayang.

“Wayang mengajarkan kita untuk selalu taat pada nilai-nilai kebenaran. Wayang juga mengajarkan kita untuk selalu mencintai Indonesia dan selalu mendorong kita untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Inilah energi yang dibutuhkan bangsa ini untuk membangun kehidupan yang selaras di masyarakat” tuturnya.

Gus Ipul menambahkan, berkat edukasi nilai-nilai luhur yang disampaikan pada pertunjukan wayang, masyarakat di Jatim senantiasa hidup dengan damai, saling menghargai dan tepo seliro. Hal ini berdampak pada situasi dan kondisi Jatim secara keseluruhan yang tetap aman dan kondusif. Energi positif itulah yang membuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jatim relatif stabil dan meningkat.

“Silahkan bandingkan dengan kondisi di negara-negara lain, seperti di Timur Tengah yang saat ini sedang kisruh, seperti di Syiria, Iraq, Afganishtan, Pakistan. Disana masih ada konflik yang tidak bisa diselesaikan. Ini salah satu penyebabnya karena tidak ada kesenian wayang disana” lanjutnya.

“Alhamdulillah kita patut bersyukur, ditengah gempuran arus globalisasi saat ini, kesenian wayang tetap mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mendukung sepenuhnya eksistensi kesenian-kesenian tradisional, khususnya wayang” pungkasnya.

Kadisbudpar Jatim, Jarianto mengatakan, pagelaran wayang kulit ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan perhatian Pemprov terhadap kesenian dan kebudayaan lokal. “Besok Sabtu kami juga akan menyelenggarkan wayang di Tulungagung. Mudah-mudahan pertunjukan wayang ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat” tuturnya.

Kisah Semar Mbangun Kahyangan, adalah salah satu bentuk edukasi moral, khususnya untuk menyindir bagi para penguasa. Sebagaimana pujangga pada jaman dahulu yang tidak berani mengkritisi para penguasa secara terang-terangan. Namun secara terselubung membuat suatu lakon cerita yang sebenarnya sangat tepat jika disebut sebagai nasehat.

Rakyat jelata adalah sentral dari lakon Semar Mbangun Kahyangan. Petruk diutus Semar untuk meminjam ketiga pusaka Kerajaan. Namun di Sitihinggil Kraton Amarta bertemu dengan Sri Krisna. Setelah mengutarakan maksudnya, Petruk malah dicaci-maki oleh Sri Krisna. Petruk dianggap tidak tahu diri, pasalnya ia hanya dari kalangan rakyat jelata namun berani meminjam pusaka andalan kerajaan.

Akhirnya Petruk dihajar sampai babak belur dan kemudian diusir. Sadewa yang melihat keadaan seperti itu menjadi sangat trenyuh hatinya. Ia pun pergi meninggalkan kedaton, mengikuti Petruk untuk menjumpai Semar.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Trenggalek, Mulyadi WR. (hery)

Teks foto:

– Bupati Trenggalek menyambut kedatangan Wakil Gubernur Jatim di alun-alun Kab Trenggalek.

– Gus Ipul memberikan sambutan pada acara gelar pentas seni wayangan di alun-alun Kab Trenggalek dengan tema Semar Mbangun Khayangan.

– Gus Ipul memberikan sambutan pada acara gelar pentas seni wayangan di alun-alun Kab Trenggalek dengan tema Semar Mbangun Khayangan.

– Wagub Jatim Gus Ipul, Bupati Trenggalek Mulyadi, Kepala Disbudpar Pemprov Jatim Jarianto dan Dalang Ki Anom Dwi Jokangko foto bersama.

– Wakil Gubernur Jatim memberikan Gunungan kepada Dalang Ki Anom Dwi Jokangko sebagai tanda dimulainya gelar pentas seni wayangan.

Leave a Reply


*