Wagub Minta Orang Tua Tingkatkan Perhatian Kepada Anak

Wagub Jatim Gus Ipul disambut kehadirannya oleh para jamaah NU di lapangan desa Sukasewu Gandusari Kab BlitarGus Ipul di acara Bazar Kerakyatan dan Pagelaran Budaya dalam rangka Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-81 dan Fatayah NU ke-65 di lapangan Desa. Sukosewu, Gandusari, Kab. BlitarGus Ipul memberikan sambutan pada acara bazar rakyat dlm rangka Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke 81 dan Fatayat Nu ke 65 di lapangan desa Sukasewu Gandusari Kab BlitarGus Ipul memberikan sambutan pada acara bazar rakyat dlm rangka Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke 81 dan Fatayat Nu ke 65 di lapangan desa Sukasewu Gandusari Kab Blitar (2)Blitar, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf minta orang tua untuk lebih meningkatkan perhatian kepada anak. Pasalnya, berbagai ancaman terhadap masa depan anak-anak kian mengkhawatirkan di era modern ini. Diantaranya adalah narkoba, pelecehan seksual, pornografi dan gerakan-gerakan radikal.

Hal itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat membuka Bazar Kerakyatan dan Pagelaran Budaya dalam rangka Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-81 dan Fatayah NU ke-65 di lapangan Desa. Sukosewu, Gandusari, Kab. Blitar, Sabtu (4/4) malam.

Gus Ipul mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi situasi darurat narkoba, setiap hari ada 50 orang meninggal karena narkoba. Jumlah pengguna narkoba di Indonesia yang dirilis oleh BNN sekitar 4,9 juta jiwa lebih. Di Jatim, sekarang pengguna narkoba sudah mencapai 700 ribu lebih bahkan masuk ke kalangan siswa SD.

“Disamping tugas pemerintah untuk memberantas narkoba, ini juga merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua untuk lebih menjaga dan menjauhkan anak-anak kita dari narkoba” katanya.

Tak hanya narkoba, ancaman yang tidak kalah mengkhawatirkan bagi masa depan anak-anak adalah pelecehan seksual yang korbannya tidak hanya anak-anak usia remaja, bahkan anak-anak usia dibawah lima tahun pun tidak luput dari ancaman ini.

“Ancaman ini terjadi dimana-mana. Pasalnya, kebanyakan pelaku pelecehan seksual ini bukan orang jauh, namun justru orang-orang dekat dan dikenal oleh anak kita. Mari kita berikan edukasi kepada anak kita agar tidak sampai terjerumus, terbujuk, dirayu dan kemudian dilecehkan secara seksual” ujarnya.

Kemudian ancaman lainnya adalah pornografi. Hal ini disebabkan mudahnya anak-anak mengakses internet melalui handphone dan tontonan di televisi yang acaranya terkadang menampilkan aurat.

“Tanpa kita sadari, disekitar kita ini banyak terjadi pornografi. Mari kita dampingi, kita didik anak kita untuk menghindari pornografi. Ini agak susah, pasalnya anak-anak jaman sekarang itu cekelane handphone yang bisa akses internet atau liat tv dimana-mana. Tapi kita wajib memberikan pendampingan dan pemahaman tentang pornografi” ujarnya.

Selain itu, ancaman yang juga membahayakan dan menyesatkan adalah gerakan-gerakan radikal yang mengatasnamakan agama. “Sekarang ini banyak isu kaitannya dengan radikalisme. Banyak anak-anak muda kita yang berangkat ke Suriah, Iraq yang dianggap disana lebih baik dari Indonesia, padahal kenyataannya tidak. Mari kita ceritakan kepada anak-anak kita, bagaimana perjuangan ulama dan kiai untuk kemerdekaan bangsa ini. Jadi kita ajak anak-anak untuk mengisi dan membangun bangsa yang sudah merdeka ini” pungkasnya. (hery)

Teks foto: Wagub Jatim Gus Ipul disambut kehadirannya oleh para jama’ah NU di lapangan desa Sukasewu Gandusari Kab Blitar serta memberikan sambutan di acara tersebut.

Leave a Reply


*