Gus Ipul: Jihad Tidak Perlu Ikut ISIS

Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul di sambut kedatangannya  oleh Ketua Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada acara  Forum Musyawaroh  Pondok Pesantren Putri se Jawa Timur di Pondok PesantrenKediri, KabarGress.com – Jihad tidak perlu ikut ISIS ke Syria/ Iraq, tapi cukup duduk bersama membahas masalah agama, hal itu sudah merupakan jihad fi-sabilillah melalui ilmu. Karena tujuan utama dari Jihad adalah da’wah. “Umat Islam tidak perlu pergi berjihad ke Iraq/ Syria untuk perang, terlalu jauh, lebih baik berjihad melalui Bahtsul Masa-il,”. Hal itu ditegaskan Gus Ipul pada pembukaan Bahtsul Masa-il Forum Musyawaroh Pondok Pesantren Putri se Jatim (FMP3) ke-XIX, di PP Putri Hidayatul Mubtadi-aat, Lirboyo Kota Kediri, Rabu (18/3) sore.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu mengurusi hal-hal yang jauh, urus saja negara sendiri, bahkan bila perlu negara lain belajar ke Indonesia, karena sekarang negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim sedang gelisah karena diguncang peperangan, seperti Afganishtan, Pakistan, Syria, Nigeria, Somalia, Iraq, Yaman.

Di Indonesia khususnya Jatim situasi aman, tenteram, dan damai. Hal itu berkat para Kyai yang berkontribusi menciptakan ketenangan. Semua ini harus dijaga, jangan dirusak. Kalau Indonesia tidak stabil, umat tidak dapat melakukan ibadah dengan baik dan benar. Itulah pentingnya pandangan para ulama di tengah masyarakat.

”Kita mempertahankan tanah air lebih penting sebelum menegakkan syare’at. Karena syare’at bisa tegak kalau ada tanah airnya. Percuma punya syare’at kalau tidak punya tanah air. Banyak contoh bangsa yang tidak punya tanah air (nomaden). Oleh karena itu menjaga tanah air sangat penting. Para Kyai jaman dulu sudah memutuskan bahwa yang penting mempunyai negara yang merdeka dulu baru, memikirkan syare’at,” imbuhnya.

Forum Bahtsul Masa-il ini, lanjutnya, merupakan forum latihan bagi para santri, untuk membahas masalah-masalah di tengah masyarakat, karena permasalahan terus berkembang, dan terkadang perkembangannya cepat, bahkan diluar perkiraan. “Melalui forum ini saya harap dapat menghasilkan bahan kajian yang bermanfaat tidak hanya untuk para santri tapi juga masyarakat, dan melahirkan Nyai-Nyai yang hebat,” harapnya.

Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU), salah satunya berkat pemikiran dan pembahasan dalam forum seperti Bahtsul Masa-il ini. “Dari sinilah dapat dilihat cara pandang yang bersumber dari akidah ahli sunnah wal jama’ah melalui para alim ulama dalam menjawab berbagai hal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FMP3 H Agus Adibussoleh mengatakan, Bahtsul Masa-il yang dibentuk sejak tahun 2003 ini untuk menjalin silaturahmi antar PP Putri se Jatim, bahkan dari PP Kaliwungu Jateng.

Forum ini merupakan wahana untuk menggali dan mengasah kemampuan santri putri dalam membahas problematika umat yang terjadi saat ini, utamanya yang ada kaitannya dengan perempuan.

Selanjutnya bisa memproduk hukum-hukum syar’i, sehingga santri putri tidak hanya sebagai konsumen tapi juga mampu menelurkan hukum.

Bahtsul Masa-il ini merupakan ruh/ jihad dari setiap pondok pesantren. Tujuan utama Jihad adalah da’wah, karena da’wah yang berhasil jika tanpa perang. Karena perang pasti banyak menimbulkan korban, baik harta maupun jiwa. “Saya hasil produk hukum syar’i Bahtsul Masa-il ini nantinya perlu disosialisasikan supaya diketahui umat,” harapnya.

Acara yang dihadiri pimpinan Pondok Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo Kota Kediri Muchamad Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, serta para alim ulama ini dilaksanakan dalam rangka Munas III (Himpunan Alumni Santri Pondok pesantren Lirboyo (Himasal) & reuni akbar V Pondok Pesantren Lirboyo ini berlangsung dua hari yaitu tgl 18 – 19 Maret ini diikuti pengurus PP Putri se Jatim, dan PP Kaliwungu Jateng. (hery)

Leave a Reply


*