03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pembangunan Proyek Trem Akan Dimulai 2016

Surabaya, KabarGress.Com – Rencana proyel Angkutal Masal Cepat (AMC) berupa trem di Kota Surabaya sedikit ada kejelasan. Hal Ini diketahui setelah Komisi C DPRD Kota Surabaya mendapat pemaparan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bagian transportasi darat di Jakarta, hari ini Rabu (19/11/2014).

Anggota komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius yang mengikuti paparan di Jakarta tersebut mengatakan, dalam perencanaan di Bappenas, angkutan masal cepat berbasis Rel, untuk trem dan monorel di Surabaya ini dimasukan sebagai perencanaan pembangunan Bappenas.

“Jadi Bappenas akan menyiapkan anggaran sekitar Rp400 Milyar untuk Feasible Study (FS) di tahun 2015. Dan dimasukan sebagai perencanaan pembangunan dari Bappenas,” ungkap, Awey sapaan akrab Vinsensius.

Lebih dalam, Awey menjelaskan, setelah melakukan feasible study selama 1 tahun maka akan dilanjutkan Design Engineering Detail (DED) atau perencanaan secara detail  yang akan dibiayai oleh Dirjen Perkeretaapian dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 M. Baru setelah itu akan dibuka untuk tender konstruksi pada tahun 2016.

Awey menuturkan, untuk proyek AMC ini, Bappenas siap mengalokasikan dana sebesar Rp11 Triliun. Yang diambil dari anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Awalnya pembangunan AMC ini adalah berbentuk kerjasama dengan pihak swasta (KPS), namun setelah dilakukan pembicaraan akhirnya diputuskan dibiayai full oleh APBN

“Item ini nanti juga bisa dilihat di  RPJM Bapenas. Diperkirakan setelah dilakukan Musrenbang (Musyawarah Rencna Bangunan) pada tanggal 15 Desember nanti detail dari proyek AMC Surabaya sudah bisa dilihat disana,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menuturkan pihaknya sudah mengecek jalur yang akan dijadikan rute trem. Pengecekan ini dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator proyek trem, tujuannya untuk memperkuat data sebelum nantinya proyek ini dikomunikasikan dengan kabinet yang baru.

“Kami memang untuk saat ini sudah melakukan pengecekan mana saja jalur trem nantinya yang akan dilalui. Ini dilakukan soalnya agar proyek trem nanti sebelum dikomunikasikan kepada kabinet yang baru. Kami sudah ada datanya semua untuk dilaporkan ke Bappenas,” ungkap Risma.

Risma menambahkan, jalur trem yang disurvei adalah milik KAI yang sudah lama tidak difungsikan. Jalur tersebut antara lain jalur rel utara–selatan. Rutenya mulai dari Diponegoro–Pandegiling–Tugu Pahlawan serta Darmo, menuju Tugu Pahlawan.

Risma juga akan mensurvei jalur trem yang sudah tidak difungsikan, diantaranya, Semarang–Pasar Turi–Ujung. Ada juga Wonokromo–Jembatan Merah yang dulu disebut-sebut sebagai jalur paling sibuk. Rencananya trem nanti akan dimulai dari Terminal Joyoboyo di selatan Surabaya-  Jalan Raya Darmo-Jalan Kombespol M Dury. (tur)