21/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Kenaikan Upah Buruh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim Dr.H.Soekarwo menunggu kepastiankeputusan nilai inflasi pemerintah pusat pasca kenaikan BBMyang nantinya sebagai acuan menaikan UMK 2015. Karena inflasi menjadi variable tidak tetap dalam penghitungan kenaikan UMK.

“Sebagai contoh tuntutan UMK Rp2,5 juta yang disetujuikabupaten/kota akan ditambah nilai inflasi yang sudah diputuskan pemerintah pusat,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini di gedung Negara Grahadi, Rabu (19/11).

Lanjutnya, apabila tuntutan buruh yang sudah disepakati sejumlah Rp2,5 juta rupiah akan ditambah keputusan inflasi  sebesar Rp200 ribu rupiah. Maka UMK yang akan disetujui menjadi Rp2,7 juta rupiah pasca kenaikan BBM.

“Namun begitu kami akan tetap melakukan komunikasi dengan APINDO untuk membahas kenaikan UMK 2015 pasca kenaikan BBM ini untuk membahas lebih lanjut,”katanya.

Di kesempatan yang sama, Sunandar koordinator buruh KSBI menyampaikan, pihaknya akan tetap berupaya upah buruh sebesar 30%. Apabila BBM tidak naik akan mempertimbangkan kenaikan yang sudah diajukan ke gubernur.

Dia mengungkapkan,  perwakilan buruh sebanyak 15 orang telah bertemu dengan Gubernur Jatim dalam pembahasan kenaikan UMK namun belum ada kesepakatan. Sebab Pakde Karwo sedang menunggu kepastian nilai inflasi di Jawa Timur akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Karena itu, pihaknya akan terus menunggu penetapan kenaikan UMK hingga batas akhir penetapan pada 21 November mendatang. “Prinsipnya proses ini akan kami kawal terus. Besok, kami juga akan tetap turunkan massa buruh dalam jumlah seperti sekarang untuk kembali demo di Grahadi,” tegasnya.

Dia menyatakan, para buruh juga tetap bersikukuh menuntut kenaikan UMK 2015 mencapai 30 persen. Perhitungan itu sudah termasuk dampak kenaikan BBM. “Kami buruh bersama Pakde Karwo berupaya akan mensinkronisikan agar tuntutan sesuai rekom dari bupati/walikota. Tuntutan kami dari buruh Jatim bertahan, yakni mengawal kenaikan UMK 30 persen dan itu sudah merupakan dampak kenaikan BBM,” katanya.

Usai melakukan pertemuan dengan gubernur dan orasi, ribuan buruh yang tergabung dari berbagai elemen  buruh membubarkan diri dengan tertib dan dikawal polisi. (eri)