03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Warga Simo Gunung Kramat Keluhkan Layanan PDAM

Surabaya, KabarGress.Com – Keluhan terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya, sepertinya tidak ada habisnya. Terbaru, beberapa warga Simo Gunung Kramat, RT II RW 10 Kecamatan Sawahan mengadu ke dewan soal buruknya pelayanan salah satu badan usaha milik pemkot Surabaya itu.

Ketua RT II Simo Gunung Kramat, Anis mengungapkan, pada saat awal pertama daftar sebagai pelanggan PDAM empat tahun lalu, sebenarnya suplai air ke warga tidak ada masalah. Baru pada tahun berikutnya aliran air ke warga mulai ada kendala.

“Pada tahun pertama tidak ada masalah. Setelah itu air yang diterima warga tidak prnah keluar. Bahkan dalam empat bulan terakhir menetespun tidak,” ungkap Anis, Kamis (18/9/2014).

Terkait mampetnya air dari PDAM, sebenarnya warga sudah melakukan beberapa cara. Salah satunya dengan bertanya langsung ke direksi PDAM. Namun karena penjelasan yang diberikan kurang memuaskan, akhirnya warga melapor kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

“Setelah kita lapor ibu wali, aliran air kembali normal. Tapi itu hanya berlangsung satu dua hari saja, bahkan sampai saat ini saja, air di daerah kami belum mengalir masih mampet,” sesalnya.

Menanggapi keluhan dari warga, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Dharmawan meminta PDAM segera menindak lanjuti keluhan dari warga. Apalagi, warga sebelumnya sudah melaporkan masalah tersebut ke Walikota Surabaya.

“PDAM tidak boleh menunda-nunda keluhan dari warga. Baik itu warga Simo gunung kramat, maupaun warga Surabaya lainnya, PDAM harus segera menyelesaikan permasalahan ini agar semakin tidak banyak warga yang mengeluh,” pinta Dharmawan.

Menurut Aden, sebagai tanggung jawab kepada warga semestinya kejadian yang dialami warga Simo Gunung Kramat, tidak boleh terjadi. Mengingat setiap bulannya warga sudah dikenakan biaya abunemen sebesar Rp 16 ribu untuk membayar sewa  meteran.

“Semua laporan yang masuk soal PDAM akan menjadi evaluasi bagi kita. Karena itu akan menjadi bahan bagi kami ketika bertanya kepada direksi PDAm, nanti kita pasti akan menyampaikan apa yang menjadi keluha warga,” tandas Aden, sapannya.

Aden menilai, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang lansung bersentuhan dengan masyarakat PDAM dituntut memberikan pelayanan yang maksimal. Meski demikian ia menampik opsi untuk pergantian bagi direktur PDAM Azhari Mardiono.

“Jangan gegabah seperti itu. Kita akan lihat dulu. Tapi kalau sampai berkelanjutan ya  tidak menutup kemungkinan opsi tersebut,” pungkas politisi dari Partai Gerindra ini. (tur)