03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

DPC PKB Surabaya Gelar Tasyakuran Pasangan Jokowi – Jusuf Kalla

Sekjen DPP PKB, H. Imam Nahrawi.
Sekjen DPP PKB, H. Imam Nahrawi.

Surabaya, KabarGress.Com – Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ke 16, DPC PKB Surabaya melakukan tasyakuran terhadap Calon Presiden (Capres) no urut 2 Jokowi – Jusuf Kalla yang telah terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) yang ke 7.

Acara tersebut dihadiri sejumlah kader dari fraksi PKB, Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin, serta Sekjen DPP PKB, H. Imam Nahrawi. Dalam kesempatan ini, Syamsul Arifin menyampaikan pesan kepada seluruh kader yang berasal dari fraksi PKB agar bekerja sesuai akidah dan mampu melayani masyarakat sebagai anggota dewan.

“Saya juga berharap kepada seluruh kader, selain mampu bekerja secara maksimal, namun yang terpenting adalah jangan sampai seperti pepatah, dimana nanti kalau sudah jadi seperti kacang lupa kulitnya. Disini kami tetap mendukung agar seluruh kader mampu bekerja dengan sebaik-baiknya,” ucapnya, saat melakukan pidato di atas panggung, Jumat (25/7/2014).

Sementara itu, Sekjen DPP PKB, H. Imam Nahrawi mengatakan, dengan hari lahirnya fraksi PKB yang ke 16 ini, semoga dapat mengembalikan perjuangan para kader, ketokohan, di tiap-tiap tingkatan. Serta seluruh para pejuang fraksi PKB tidak ada kata lain untuk menjadikan partai ini menjadi lebih eksis.

“Karena PKB sudah membuktikan dengan dukungan yang kompak serta solid dari masyarakat meskipun dengan keterbatasan dana, tetapi dengan kekuatan hati dan moral yang begitu kuat, akhirnya kami bisa membuktikan kepada bangsa bahwa kemenangan ada di tangan kita,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan ketulusan dan keikhlasan hati yang kuat, itu adalah menjadi kunci untuk memimpin bangsa Indonesia ini. Karena hal itulah menjadi dasar landasan para pejuang fraksi PKB untuk melakukan pengabdian bagi masyarakat Indonesia sebagai legislatif, baik dari DPR pusat maupun daerah.

“Kita ingin pak Jokowi – JK merekrut pembantu (kabinet) yang nantinya mampu benar-benar bekerja untuk masyarakat dan yang mau terjun ke lapangan. Jangan memilih yang hanya memikirkan dirinya sendiri, kelompoknya, apalagi partainya. Jadi harus benar-benar merekrut yang mau bekerja untuk masyarakat,” imbuhnya. (Tur)