03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jelang Hari Raya, PDAM Surabaya Tetap Lakukan Pelayanan Seperti Biasa

Direktur Utama PDAM Surabaya, Ashari Mardiono.
Direktur Utama PDAM Surabaya, Ashari Mardiono.

Surabaya, KabarGress.Com – Menjelang hari raya Idul Fitri Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Swasembada Kota Surabaya tetap akan memberikan pelayanan terbaik dan tetap menerima pengaduan bagi konsumen khususnya masyarakat Surabaya yang mungkin terjadi masalah terkait pengairan di setiap wilayah.

Direktur Utama PDAM Surabaya, Ashari Mardiono mengatakan, walaupun memasuki bulan Idul Fitri, PDAM Surabaya tetap akan mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat Surabaya. Memang khusus untuk hari minggu loket pembayaran akan ditutup dan juga pada hari raya pertama dan kedua yang jatuh pada 28-29 juga akan libur.

“Tapi untuk hari selanjutnya mulai 30 Juli sampai 2 Agustus, PDAM akan beroperasi paruh waktu mulai dari pukul 8 sampai 12 siang saja. Hal ini kita lakukan untuk memenuhi harapan masyarakat yang ingin membayar di loket pembayaran PDAM Surabaya,” ujarnya, Jumat (25/7/2014).

Ashari menegaskan, khusus untuk wilayah yang dikeluhkan, mengingat banyak masyarakat Surabaya yang mudik di luar kota Surabaya. PDAM akan menambah kapasitas air di wilayah tersebut. Memang hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana PDAM menurunkan kapasitas produksi agar pipa tidak pecah.

“Tapi mengingat banyaknya pengaduan masyarakat yang melaporkan sering terjadi banyaknya keluhan. Maka untuk tahun ini kami akan memberikan kapasitas produksi air seperti biasa. Jadi yang berubah hanya untuk akses pengaduan dan pelayanan bisa melalui akses non ketemu seperti biasa,” ungkapnya.

Dirinya beraharap, agar pelayanan yang dilakukan oleh PDAM ini bisa memuaskan pelayanan masyarakat, mengingat banyaknya masyarakat Surabaya yang akan mudik di luar kota Surabaya. Serta, untuk wilayah kawasan karang pilang dan ngaggel produksi akan kami kurangi 10 persen.

“Hal itu memang kami lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk kawasan ngaggel dan karang pilang kami memang akan kurangi produksi dan kapasitas air hanya 10 persen saja. Yang penting kami berharap dengan layanan yang kami lakukan masyarakat bisa terlayani seperti hari biasanya,” imbuhnya. (Tur)