10/08/2020

Jadikan yang Terdepan

Dharma Wanita Persatuan Jangan Andalkan Gaji Suami

Dharma Wanita Persatuan Jangan Andalkan Gaji SuamiSurabaya, KabarGress.com – Sekda Prov Jatim Dr H Akhmad Sukardi, MM mengharapkan agar anggota Dharma Wanita Persatuan(DWP) Prov Jatim sebagai isteri harus mengerti bahwa pilihan suaminya menjadi pegawai negeri sipil intinya pengabdian, baik sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat, bukan untuk mencari kekayaan. “Oleh karena itu isteri PNS janganhanya mengandalkan gaji saja, tapi harus berwirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,”.

Harapan itu dikatakan pada pembukaan Seminar Motivasi Jiwa Enterpreneur dan Pelatihan Menghias ‘Roti Taart Icing ‘ bagi anggota DWP, di Ruang rapat Graha Wicaksana Praja Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Rabu (25/6)

Menurutnya, pembangunan perekonomian bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga seluruh elemen masyarakat. Apalagi DWP sebagai isteri aparatur pemerintah, berkewajiban membantu tugas suami. Dengan bertambahnya pengusaha/ wiraswasta roda perekonomian  akan terus bergerak sehingga ekonomi Jawa Timur meningkat.

Setiap manusia punya keinginan, tapi karena harus mengelola penghasilan suami jangan sampai ‘besar pasak dari pada tiang’ salah satu solusinya adalah berwirausaha. Namun untuk berwirausaha tidak semudah membalik telapak tangan, perlu bakat, minat dan usaha keras mewujudkannya.

Untuk memulai kewirausahaan perlu didorong tumbuhnya jiwa entrepreneur di kalangan para isteri pegawai negeri sipil agar bisa membuka usaha keluarga. Sehingga  bisa membantu menambah pendapatan keluarga, supaya tidak hanya bergantung pada gaji suami. Apalagi jika nanti memasuki masa pensiun sudah memiliki suatu usaha yang bisa diandalkan, harus tetap bisa berlaku sebagai istri sholeha yang selalu setia mendukung suaminya.

Dengan tambahan ilmu dan wawasan diharapkan anggota DWP tergugah semangatnya/ termotivasi untuk berwirausaha, karena banyak sekali manfaatnya. Selain meningkatkan ekonomi keluarga, memberdayakan potensi diri, dan menyerap tenaga kerja. Dengan demikian DWPsudah membantu tugas suami sebagai PNS dalam mengurangi angka pengangguran terbuka di Jatim.

Pesan saya, “Semangat kemandirian seorang isteri yang ingin membantu suami dan keluarganya menjadi seorang Entrepreneur, seyogyanya minta ijin suaminya terlebih dahulu, agar bisnisnya selalu lancar dan berkah,”..

Sementara itu Ketua DWP Prov.Jatim Hj Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, S.Sos mengatakan, tujuan organisasi DWPmewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui tiga bidang yakni bidang pendidikan, ekonomi dan bidang sosial budaya. “Ketiga bidang tersebut semuanya akan bermuara mewujudkan kesejahteraan anggota,” jelasnya.

Dengan berpedoman pada visi, misi dan tujuan organisasi, Pengurus DWP Provinsi Jatim bidang Ekonomi dan Pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas SDM anggota, dan meningkatkan kesejahteraannya menggelar Seminar Motivasi Pembinaan Jiwa Entrepreneur dan Pelatihan Membuat Hiasanroti Tart Icing.

Meningkatkan wawasan dan ketrampilam anggota DWP,menurut isteri Sekda ini sangat penting sebagai sarana membangun kehidupan masyarakat yang cerdas. “Sebagai isteri PNS seyogyanya tidak hanya bisa memenej gaji suami dengan baik,  tetapi  harus bisa mengembangkan diri menjadi pengusaha ekonomi kreatif, supaya bisa menambah penghasilan keluarga.

Sebenarnya perempuan tetap dapat menjalankan usaha, tanpa harus mengorbankan keluarga. Diantara anggotamungkin tidak menyadari potensi diri yang bisa dikembangkan.Dengan hoby dan ketrampilan yang dimiliki sebenarnya bisa dikembangkan menjadi usaha tentunya dengan kreativitas dan inovasi yang baru.

Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi baru yang mengintensifkan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan sebagai faktor produksi utama.Rumah merupakan tempat yang strategis untuk mengawali usaha tanpa meninggalkan tugas domestik rumah tangga. Bisnis ekonomi kreatif ini bisa menjadi pintu pengembangan usaha bisnis masa depan yang cukup menjanjikan, sesuai potensi dirinya sambil terus belajar dan dikembangkan. (Eri)