31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pancasila Sebagai Jalan Tengah Penyelesaian Setiap Masalah

Wagub Jatim Saifullah Yusuf bersama panitia usai  membuka Seminar Pancasila di Aula Universitas Widya Mandala Kota MadiunMadiun, KabarGress.com – Pancasila harus menjadi jalan tengah dari setiap masalah kehidupan masyarakat di Indonesia. Pancasila harus menjadi pemersatu sekaligus sebagai pegangan hidup masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Seminar Pancasila di Kampus Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, Selasa (21/6).

Ia mengatakan, dengan Pancasila dijadikan pegangan hidup bagi masyarakat Indonesia akan dapat memberikan ketenangan dalam hubungan bermasyarakat. “Pancasila harus dapat sebagai jalan tengah sekaligus pemersatu sebagai dasar dan pegangan hidup kita. Dengan berpegang teguh pada Pancasila, maka masyarakat Indonesia tidak akan kehilangan arah dan tujuan,” ungkapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya, mengaku bersyukur Pancasila sebagai jalan tengah. Negara timur tengah seperti Mesir, Irak, Iran hingga Afganistan sedang dilanda perang saudara karena tidak memiliki alat pemersatu bangsa seperti Pancasila. Maka, Pancasila ini harus terus dijadikan sebagai pegangan hidup bangsa.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi inspirasi kegiatan yang bisa di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Indonesia terkenal dengan keanekaragaman suku, agama, bahasa, ras dan budaya yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Dan kita sebagai Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki alat pemersatu bangsa yakni Pancasila yang di dalam setiap sila mengandung banyak arti sehingga bisa di implementasi untuk kegiatan masyarakat sehari-hari,” ungkapnya

Gus Ipul menegaskan, bahwa tantangan masyarakat Indonesia dalam menjaga eksistensi Pancasila semakin hari semakin berat. Tantangan tersebut terlihat pada Sumber Daya Manusia (SDM). Disadari, bahwa SDM Indonesia masih belum mampu mengaplikasikan secara baik setiap nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Tantangan selanjutnya, yakni tingginya kesenjangan atau disparitas antara yang kaya dan miskin. Bahkan, bank dunia merilis 1 orang menguasai 40 persen aset negeri. Maka, masyarakat saat ini dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan dirinya sebagai aktualisasi diri. “Semoga kita sebagai generasi muda dapat terus membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan setiap sila-sila yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UK Widya Mandala Madiun Fransisca mengatakan, bahwa peran Pancasila sangat penting karena Pancasila dapat digunakan sebagai filter untuk melakukan segala bentuk lini kehidupan. “Kita perlu menggalakkan kembali nilai-nilai Pancasila dan mengimplementasikannya. Harapan kami, melalui seminar wawasan kebangsaan ini, pengetahuan kita tentang nilai-nilai Pancasila semakin bertambah. Semoga dengan adanya seminar Pancasila ini dapat menghapus stigma bahwa Madiun bukanlah sebagai kota PKI,” tutupnya.

Narasumber, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakari Mantan Wakasad, Hermawi Taslim (Ketua Forkoma PMKRI), AM. Putut Prabantoro (Ketua Gerakan Semangat Satu Bangsa) dan Dr. H. Parji M.Pd (Rektor IKIP PGRI Madiun). (ro/h)