22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Peringati Milad Kampus ke-32, UM Surabaya Gelar Festival Seni Pelajar 2016

Surabaya, KabarGress.com – Dalam rangka memperingati Milad Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya ke-32, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sanggar Satria (TESS) menggelar Festival Seni Pelajar (FSP). “Program tahunan yang sudah memasuki usia 12 tahun ini dari tahun ke tahun selalu diminati para pelajar SMA/SMK sederajat. Bahkan untuk kali ini, sebanyak 50 sutradara dan 641 pelajar SMA ikut terlibat dalam kegiatan yang diadakan mulai 14 hingga 19 Maret 2016,” ungkap Ketua TESS, Inggrit Endarwati, kepada awak media, Rabu (16/3/2016).

“Untuk FSP ini, kami mengambil tema “Pijar Gejolak Darah Seni” dan membaginya menjadi tiga kategori, yaitu teater, puisi dan musikalisasi puisi,” lanjut Inggrit.

Menurutnya, dalam FSP ini akan diperebutkan Trofi Gubernur, Trofi Wali Kota Surabaya, serta Trofi Rektor UMSurabaya. Selain itu juga ada penghargaan bagi aktor dan sutradara terbaik, serta penata musik terbaik.

“Kami berkeinginan memunculkan talenta-talenta baru di dunia seni, khususnya teater dan puisi, yang telah banyak berkurang. Selain juga merupakan dorongan spiritual tersendiri untuk memfasilitasi dan memperjuangkan daya kreasi generasi muda,” terangnya.

Acara yang digelar di lantai 6 Gedung G kampus UM Surabaya ini cukup menarik perhatian para pelajar dan mahasiswa, yang sangat antusias dalam menyaksikan berbagai tampilan yang diadakan di FSP ini.

Salah satu tampilan yang menarik, dipertontonkan oleh Teater Bambu Hijau dari SMAN 3 Mojokerto, yang banyak menampilkan kritik sosial mengenai kehidupan bersosialisasi di dalam masyarakat dan yang dialami para pelajar.

Kritik-kritik yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia, seperti anak muda yang mabuk-mabukan, guru yang mementingkan sertifikasi ketimbang mengajar, dan gadis yang mengenakan jilbab hanya sebagai status, menjadi bagian menarik yang dipertontonkan.

Melihat menariknya berbagai tampilan dari para pelajar ini, tentunya FSP yang digelar UM Surabaya, bisa menjadi alternatif yang layak ditonton. (ro)