15/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Meski Air Pasang, Makam Tidak Tenggelam Malah Seperti Terapung

  • Melihat Pesarean Waliyullah di Tengah Laut

Oleh: Suwoto

Suwoto - Meski Air Pasang, Makam Tidak Tenggelam Malah Seperti TerapungKetika  mendengar ada pesarean seorang waliyullah di tengah laut, bahkan ditambah  keterangan bila makam tersebut tidak tenggelam meski air laut sedang pasang, sontak saya ingin mengunjungi makam tersebut. Dari informasi awal, bahwa makam dimaksud terletak di Dukuh Tambaksari Desa Bedono  Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Jumat (4/3) pagi, penulis sudah berada di Kabupaten Demak. Seusai ziarah ke makam Sunan Kalijogo di Kadilangu, langsung meluncur mencari keberadaan makam yang unik dan aneh tapi nyata itu. Dari Kadilangu naik mini bus lokal  jurusan Semarang dan  turun di Sayung. Untuk bisamencapai  lokasi makam yang sedang dalam  proses populer ini, perjalanan berlanjut naik ojek. Sekitar 3 Km perjalanan naik ojek. Lantas dilanjut berjalan kaki sekitar satu  kilo meter  sudah sampai lokasi makam yang dituju.

Ketika memasuki  jalan kaki, medan yang dilalui bukan jalan tanah, melainkan jembatan kayu dan disambung jembatan cor beton selebar sekitar 1 meter. Di bawah sepanjang jembatan merupakan hamparan air laut , sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak jatuh terjebur ke laut. Penulis merasa takjub tatkala kali pertama mata memandang cungkup makam dari kejauhan. Sepertinya makam  yang diyakini seorang waliyullah itu terlihat seakan terapung di atas air laut. Padahal setelah makam itu didekati ternyata tidak mengambang di air namun berdiri di atas tanah.

Makam siapakah gerangan yang 3 tahun terakhir ini sedang boming dikunjungi peziarah dari berbagai daerah  lantaran penasaran karena  keberadaannya di tengah laut itu? Dari keterangan tukang ojek kepada penulis menjelaskan bahwa makam yang diyakini sebagai pesarean seorang waliyullah itu adalah kuburannya Kyai Mudzakir. Dia adalah sosok pejuang kemerdekaan sekaligus ulama yang disegani dijamannya yang tinggal  di desa pesisir pantai Sayung Kabupaten Demak.

Informasi yang dikumpulkan penulis, lokasi makam Kyai Mudzakir dulunya berada di lokasi pemakaman umum yang berada di dalam suatu  dusun atau pedukuhan. Sekitar 15 tahun silam, pedukuhan tersebur  tenggelam lantaran air laut naik. Ratusan rumah warga otomatis tenggelam, sehingga warganya bedol deso pindah ke tempat lain. Namun anehnya, makam Kyai Mudzakir yang berada di dalam cungkup itu tidak ikut tenggelam.  “ Di sekeliling makam ini dulunya  rumah penduduk, tapi semuanya tenggelam. Anehnya makam Mbah Mudzakir tidak ikut kelem ,” tutur Darno tukang ojek kepada penulis.

Meski Air Pasang, Makam Tidak Tenggelam Malah Seperti TerapungBerjalannya waktu, keanehan makam Kyai Mudzakir menyebar ke masyarakat luas. Terutama  ketika makam tersebut diupload di media sosial, masyarakat yang berkunjung untuk berziarah semakin hari semakin ramai. Tidak hanya datang dari dalam Kabupaten Demak saja , namun dari luar provinsi  Jateng juga berdatangan baik rombongan kecil maupun besar.

Makam Kyai Mudzakir berada di dalam cungkup berukuran sekitar 5 meter persegi. Di dalam cungkup juga ada 3 buah makam lainnya yang menurut informasi adalah kuburan kerabat Sang kyai. Di luar cungkup makam hanya dikelilingi  tanah kosong yang panjangnya lebih kuranh  4 meter. Selepas tanah yang mengelilingi makam, hamparan air laut yang luas.

Merurut cerita dari para sesepuh warga   Mbah Mudzakir adalah sosok ulama diera tahun 1900-an. Lahir di Desa Wringin Jajar Kecamatan Mranggen. Untuk kepentingan dakwa Islam, Kyai Mudzakir  menetap di wilayah pesisir Sayung hingga wafat. Setiap bulan Dzul Qo’dah warga sekitar mengadakan haul hingga sekarang. (*)

  • Penulis adalah jurnalis KabarGress.com & Spiritualis 

Teks foto:

  • Suwoto, berlatar belakang makam Kyai Mudzakir
  • Makam Kyai Mudzakir di tengah laut