30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

GUS HANUN : WIRID QOLBI KUATKAN MENTAL SPIRITUAL UMAT

Surabaya , KabarGress.com – R. Syaiful Farihun ,S. Ag, akrab dipanggil Gus Hanun dikalangan jamaah wirid qolbi, menuturkan jamaah wirid qolbi dibawah nauangan Padepokan wirid qolbi berupaya menyelamatkan generasi muda umat dan bangsa dari penyakit masyarakat.

” Niatan saya mendirikan jamaah wirid sebagai upaya membantu umat dalam meniti kehidupan ini lebih baik ,” ujar Gus Hanun, saat bertandang di Kantor DPD Partai Hanura Jatim, jl. Citandui, diterima oleh Ari Hafidz, Senin (22/8/2017).

Sebab, berbagai penyakit melilit umat sudah sedemikian memprihatinkan, serta telah merasuk sendi – sendi kehidupan ini. Bahkan kemaksiatan menurut Gus Hanun merajalela dan telah masuk ke lingkungan masyarakat lebih luas dan massif.

” Ketidakadilan ada dimana – mana. Ketimpangan ekonomi antara si kaya dengan si miskin makin jauh terlihat nyata. Disparitas ini mengakibatkan terjadinya ketidaknyaman tapi bagi yang tidak mensyukuri nikmat kehidupan bisa merusak jiwanya ,” terangnya.

Nach Gus Hanun dengan wirid qolbinya hadir ditengah masyarakat untuk aktif membantu menguatkan mental spiritual umat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, melalui wirid qolbi. ” Ada 10 manfaat yang bisa diperoleh bagi orang – orang yang ikhlas mengamalkan wirid qolbi ,” tutur Gus Hanun , seraya menerangkan manfaat positif itu berupa memunculnya keutamaan – keutamaan yang bersifat rahasia dari karomah – karomah para Wali Allah Swt. Bisa Membantu itu akan menuntun kehidupan umat selamat dunia dan akherat .

Adapun keutamaan dan keistimewaan dalam mengamalkan karomah WIRID QOLBI sebagai berikut :

1. Akan mendapatkan ridlo dari Allah SWT dan syafa’at dari Rosulullah SAW di dalam urusan dunia , agama , dan akherat

2. Akan mendapatkan hidayah dari Allah SWT sehingga dalam menjalani hidup merasa ringan dan bahagia yang berupa ketentraman dan kesejahteraan hidup .

3. Allah SWT akan membukakan pintu hatinya yang berupa kesabaran dan tawakal ; pintu akalnya yang berupa kecerdasan dan berwawasan luas ; pintu jiwanya yang berupa keteguhan dalam keimanan , keislaman , ketakwaan dan keihsanan sehingga perilakunya menjadi manusia yang berbudi bowo leksono , bermoral dan berakhlaq mulia .

4. Allah SWT akan melindungi dan menjauhkannya dari bala‘ , fitnah , musibah , dhohir maupun bathin , serta mengalahkan semua musuh-musuhnya menjadikannya tunduk kepadanya dan dijauhkan dari hutang yang menumpuk serta kefakiran juga kemiskinan .

5. Allah SWT akan memudahkan segala urusannya , memberikan jalan keluar atau pemecahan dalam masalahnya dan mencukupi semua kebutuhannya .

6. Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rejekinya yang berupa kesehatan , keselamatan , istri / suami yang soleh solehah , anak-anak yang soleh solehah , sandang pangan , papan panggonan , dan tidak pernah kekurangan harta maupun benda .

7. Allah SWT akan memberikan pertolongan-pertolongannya yang berupa Ma‘unah bahkan karomah-karomah seperti yang dimiliki para Waliyullah . Sehingga apa yang diinginkan akan mudah terkabul .

8. Allah SWT akan memberikan kemampuan untuk mengobati diri sendiri bahkan mampu mengobati orang lain dengan idzin Allah SWT tentunya.

9. Allah SWT akan mengangkat derajatnya dengan menjadikannya berilmu , berbudi luhur , berguna bagi umat manusia pada posisi derajat yang Maqoomam Mahmuudaan ( Tempat yang Terpuji )

 

10. Allah SWT akan mematikannya dalam keadaan Husnul Khotimah ( Penutup yang Baik atau dalam bahasa jawanya Pungkasan Kang Bagus yang artinya meninggal dalam keadaan membaca kalimat Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rosullullah ) karena hatinya dan darahnya yang mengalir didalam tubuh selalu berdzikir kepada Allah SWT melalui Dzikir WIRID QOLBI yang diamalkannya .

Syukur Alhalmdulillah , Istighotsah Karomah ‘’WIRID QOLBI’’ direspon baik oleh masyarakat sehingga banyak yang antusias untuk mengamalkannya ,” tutur Gus Hanun, dengan rasa syukur.
Gus Hanun secara detail mengungkan didalam Istighotsah Karomah WIRID QOLBI itu mengajarkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar , kesabaran , keteguhan hati , keyakinan , kemandiriran atas kemampuan diri sendiri , kecerdasan spiritual dan intelektual , revolusi mental dan moral , pengobatan dan penyembuhan , penyelamatan diri atau perisai diri dari bala’ , bencana , malapetaka , dan bahaya yang mengancam , serta karomah dan laduniy.(hery)