01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ingin Kurangi Pelanggaran Lantas, Tiga Mahasiswa Ubaya Ciptakan Aplikasi Calantas

UBAYA - CALANTASSurabaya, KabarGress.com – Tim CIA yang terdiri dari Christine, Ika Suryani, dan Eduardus Aldo adalah tiga mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Ubaya (Universitas Surabaya). Tim CIA membuat aplikasi Calantas (Catat Pelanggaran Lalu Lintas). Aplikasi ini ditujukan untuk masyarakat, kepolisian, dan pemerintah. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus surat tilang. “Inspirasi datang dari beberapa pengalaman, ngurus tilang yang cukup ribet. Yaa minimal dengan aplikasi ini meminimalkan banyak orang tanpa harus kesana kemari,” ungkap Eduardus Aldo, Jumat (13/11/2015).

Mekanisme pengurusan tilang yang mudah dipahami ini tidak akan menyulitkan para pelanggar lalu lintas. Calantas dapat diakses melalui website. Saat masuk ke website Calantas terdapat kotak pencarian. User diminta diminta untuk memasukkan kode tilang yang diberikan. Setelah itu, masuk ke halaman cek tilang. Di halaman cek tilang terdapat 3 tahapan yakni tahap pertama pemberitahuan kesalahan yang dilakukan dan riwayat jumlah pelanggaran. Tahap kedua pembayaran denda yang dapat dilakukan melalui transfer, dan tahap ketiga pengambilan SIM maupun STNK di polres yang sudah ditentukan.

Eduardus Aldo dan kawan-kawan menambahkan aplikasi Calantas dengan edukasi terkait pelanggaran lalu lintas, seperti pasal-pasal pelanggaran, denda resmi, mekanisme pengurusan tilang, serta penjelasan surat tilang warna merah maupun warna biru. Di menu kontak kepolisian kita dapat bertanya maupun mengisi kritik saran pada polisi.

Proses pembuatan apliakasi dimulai dari research tentang data mekanisme tilang dan pasal-pasal beserta dendanya, membuat konsep design, lalu membuat aplikasi dengan menggunakan bantuan software framework laravel, sublime, netbeans, dan adobe photoshop. Proses pengerjaan mulai dari konsep sampai penyempurnaan membutuhkan waktu 3 minggu. “Kendala yang kami hadapi saat mencari informasi karena tidak mempunyai kenalan polisi. Jadi susah mencari informasi,” jelas Ika Suryani.

“Harapannya aplikasi ini bisa benar-benar digunakan oleh masyarakat dan bisa mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas,” jelas Christine.

Aplikasi hasil bimbingan 5 dosen Daniel Soesanto, S.T., M.M., Melissa Angga, S.T., M.M.Comp., dan Andre, S.T., M.Sc., ini diikutkan Lomba Hackathon Merdeka 2.0 yang diselenggrakan oleh Code4Nation bekerjasama dengan Telkom Indonesia tanggal 24-25 Oktober 2015 silam. Tim CIA lolos 11 besar. Babak final akan gelar di Jakarta Pusat, tanggal 14–15 November 2015. Lomba Hackathon Merdeka 2.0 diikuti oleh 28 kota se Indonesia.

“Jurusan Teknik Informatika Ubaya selalu mendorong mahasiswa membuat aplikasi yang bisa digunakan oleh masyarakat langsung. Berkaitan dengan Calantas ini, Jurusan Teknik Informatika membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak terkait seperti Satlantas untuk mengembangkan aplikasi Calantas lebih sempurna dan siap dipakai masyarakat,” ungkap Melissa Angga, S.T., M.M.Comp. (ro)