28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Dorong Pemahaman Nilai-nilai Keuangan Sejak Dini, PJI Gelar Program “Anak Cerdas” untuk Siswa SD

* Sasar 13.000 Siswa dan 150 Guru Sekolah Dasar di 12 kota di Indonesia, termasuk Surabaya dan Sidoarjo

Photo 1_Peresmian program Literasi Keuangan ANAK CERDAS _ PJI HSBC OJK DIKBUDJakarta, KabarGress.Com – Prestasi Junior Indonesia (PJI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan kewirausahaan, kesiapan dunia kerja dan kesadaran finansial, hari ini mengumumkan digelarnya program literasi keuangan bertajuk “Anak Cerdas.” Program ini bertujuan mendorong anak untuk lebih memahami nilai-nilai keuangan dan pengelolaannya sejak usia sekolah dasar (SD).

Program Anak Cerdas akan digelar di 31 Sekolah Dasar di 12 kota di Indonesia, termasuk Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Kota-kota lainnya adalah Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Manado dan Pontianak.

“Pengajaran literasi keuangan sejak usia dini sangat penting untuk dilakukan di zaman yang sangat kompetitif dan sarat dengan konsumerisme. Dengan mengajarkan literasi keuangan sejak dini, kami ingin menguatkan dasar pemahaman anak-anak terhadap nilai-nilai yang berhubungan dengan uang. Kami berharap, anak-anak sudah mulai memahami dari mana uang berasal, bagaimana mendapatkannya dengan benar, bagaimana sebaiknya mengelolanya, seberapa penting harus menabung, hingga mengajarkan fungsi uang untuk kepentingan sosial. Secara mendasar, mereka kita ajarkan untuk memahami dan dapat membedakan antara ‘kebutuhan’ dan ‘keinginan’. Mereka juga akan kami ajarkan pentingnya integritas dan tanggungjawab keuangan di pembelajaran literasi keuangan ini,” ujar Natalia Soebagyo, Anggota Badan Nasional, PJI.

Natalia menambahkan, bentuk pengajaran yang sepintas mengadopsi nilai-nilai yang sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari, namun sesungguhnya aspek yang mampu disentuh oleh program literasi keuangan Anak Cerdas ini sangat luas. “Dengan memahami akuntabilitas dan integritas dalam mendapatkan serta mengelola uangnya, sesungguhnya kami bersama HSBC tengah berpartisipasi dalam turut membangun karakter bangsa. Diharapkan, program ini dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk turut berlomba menguatkan mental dan karakter anak bangsa melalui program-program serupa.”

Sumit Dutta, Country Manager dan Chief Executive HSBC Indonesia mengatakan, “Bagi kami HSBC, keberlanjutan kami artikan sebagai upaya membangun bisnis jangka panjang dengan senantiasa memperhatikan pertimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi dalam pengambilan keputusan. Hal ini memungkinkan kami untuk memacu kegiatan usaha seraya berkontribusi bagi pertumbuhan serta kelestarian masyarakat. Kami bangga dapat terlibat dalam upaya mendukung pemahaman finansial di Indonesia.”

Kontribusi ini merupakan bagian dari rangkaian investasi kemasyarakatan HSBC yang dilakukan secara global sekaligus menandai ulang-tahunnya ke-150. HSBC telah berkomitmen untuk menyumbang sebesar 150 juta dollar AS guna mendukung program-program kemasyarakatan selama tiga tahun (2015-2017) di seluruh dunia.

Untuk memudahkan siswa-siswa Sekolah Dasar memahami materi yang diajarkan, PJI menerapkan pengajaran digital dengan menggunakan tablet. Melalui tablet yang disediakan, siswa dapat terlibat dalam beragam simulasi interaktif tentang gaya hidup keseharian yang dapat dijadikan landasan untuk semakin memhami arti “kebutuhan” dan “keinginan”, serta mengerti konsep dasar keuangan, seperti bagaimana memperoleh uang dengan benar, pengelolaan secara bijak serta memanfaatkannya untuk kepentingan sosial.

“Dengan pemahaman yang mendasar dan kuat, anak-anak perserta program literasi keuangan Anak Cerdas didorong untuk menjadi duta-duta cilik penebar pesan positif berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggungjawab kepada lingkungannya,” pungkas Sumit. (ro)

Teks foto: (Ki-Ka); Nuni Sutyoko, Senior Vice President Head of Corporate Sustainabillity HSBC Indonesia, Rita Mirasari, Head of Compliance HSBC Indonesia, Wowon Hidayat, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud), Natalia Soebagyo, National Board Member Prestasi Junior Indonesia (PJI), Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia (PJI), Kanti Herawati, Perwakilan Dinas Pendidikan Kemendikbud.