21 Pengusaha Australia Pastikan Investasi di Jatim

21 Pengusaha Australia Pastikan Investasi di JatimCanberra – Australia, KabarGress.com – Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo memanfaatkan kunjungannya ke Australia untuk terus mengajak para pengusaha negara kangguru tersebut agar berinvestasi di Jawa Timur. Ajakan tersebut disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrabnya, pada acara Indonesia Business Summit 2015 di Canberra Australia, Jum’at (13/11).

Pakde Karwo mengatakan, kalau Australia ingin bersaing dengan China dalam bidang ekonomi hendaknya merangkul Indonesia yang letaknya sangat dekat. “Apalagi sekarang Indonesia sudah menjadi negara demokrasi dan diakui dunia. Sudah sewajarnya Australia merangkul Indonesia, bukan negara lain yang letaknya lebih jauh letaknya,” tandasnya.

Pakde Karwo juga memberikan garansi politik bahwa kondisi politik di Jatim aman dan stabil. Gambaran akan hal itu dibuktikannya dengan keikutsertaan Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar dalam rombongan misi dagang Jawa Timur ke Australia.

Ajakan Pakde Karwo disambut baik para pengusaha Australia. Setidaknya sudah ada 35 pengusaha Australia yang berminat, bahkan 21 diantaranya sudah memastikan diri siap berinvestasi. Hal itu disampaikan Jamhadi selaku tim ahli Kadin Jatim dan juga Ketua Kadin Surabaya yang ikut dalam misi tersebut. Menurutnya, ada 21 pengusaha dari berbagai belahan Australia seperti Canberra, Darwin, Sidney yang telah menyatakan kepada dirinya untuk berinvestasi ke Jatim. “Sebetulnya ada 35 orang tetapi yang 21 sudah memastikan diri,” kata Jamhadi.

Para pengusaha itu, lanjutnya, sangat antusias untuk cepat-cepat berinvestasi ke Jatim. Apalagi paparan Pakde Karwo soal baiknya pertumbuhan ekonomi di Jatim membuat mereka lebih tertarik. Apalagi, dalam meyakinkan para pengusaha itu Pakde Karwo didampingi oleh

Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Hon. Andrew Robb MP dan Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur Lili Soleh Warta Dipraja sehingga informasi menjadi lebih lengkap.

Sektor usaha yang mereka incar diantaranya agrikultura, industri oil dan gas, logistik, pariwisata, kontruksi, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Mereka juga diarahkan oleh Jamhadi bahwa di Jatim ada pelabuhan antar kota seperti di Gresik, Pasuruan, Sidoarjo, Banyuwangi yang tentunya akan memperlancar pengangkutan barang antar kota melalui laut yang biayanya lebih efisien dibandingkan melalui jalan darat.

Selain itu, ada juga pengusaha yang tertarik untuk membangun rumah sakit khusus kaum lanjut usia yang diberi nama Geriatri Terpadu. Pembangunan itu memang dibutuhkan karena banyak pekerja dari mancanegara yang bekerja di Jatim seperti Taiwan, Korea dan Jepang menitipkan orang tuanya ke RS Jompo. “Kalau saja dapat direalisasikan pembangunan RS itu tentu menyenangkan dan salah satunya sangat antusias,” kata Jamhadi.

Di bidang agroindustri, Jatim membutuhkan jagung dan ketela dan lahannya banyak tersedia di daerah Trenggalek yang sangat cocok untuk kedua tanaman tersebut. (hery)

Leave a Reply


*