05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Pemprov Jatim Perkuat Kualitas Guru Madrasah Diniyah

Gubernur Jatim Pakde Karwo memberikan paparan pada Kuliah Perdana Mahasiswa Program Peningkatan Kualitas Guru Madrasah Diniyah Tahun 2015 se Provinsi Jatim di Gedung Islamic Center Surabaya (3) (1)Surabaya, KabarGress.com – Pemprov Jatim terus mendorong penguatan posisi lembaga diniyah dalam konteks pendidikan nasional agar setara dengan pendidikan formal lainnya. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat memberikan kuliah umum Mahasiswa Program Peningkatan Kualitas Guru Madrasah Diniyah (Madin) Se-Jatim di Aula Islamic Village Surabaya, Rabu (28/10).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, kualitas pendidikan, ditentukan oleh proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang-ruang kelas atau tatap muka. “Guru madin harus memahami konsep pembelajaran ini, karena negara maju sekalipun kembali pada metode ini” ujarnya.

Menurutnya, dengan total jumlah penduduk 38,6 juta jiwa dan yang beragama Islam sebanyak 36,65 juta jiwa atau 97,8% dari total jumlah penduduk, Jatim memiliki peluang yang besar untuk berkembangnya Madrasah Diniyah.

”Pondok pesantren dengan madrasah diniyah sekarang sudah tidak dianggap sebagai pendidikan yang tradisional semata. Akan tetapi sekarang sudah menjadi pendidikan nasional, sehingga lulusan madrasah diniyah mampu mencetak santri yang intelektual, berkarakter dan berkualitas” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, guru profesional harus disiapkan dengan baik karena pendidikan merupakan aspek fundamental dalam menyiapkan kualitas hidup saat anak-anak hingga dewasa. Dasar-dasar keilmuan pendidikan adalah humanisme dengan fokus mengembangkan potensi anak berkembang seluas-seluasnya.

Selain itu, lini pendidikan diniyah terdiri dari tafagguh fiddin saja (tetap pada jalur non formal), pendidikan diniyah non formal ditambah pendidikan kesetaraan, serta pendidikan diniyah formal. Hal ini seuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2015 Pasal 93 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Di tempat yang sama, Wagub Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf, menyatakan, pelaksanaan program peningkatan kualitas guru madin ini merupakan tahun ke-9. Program Guru Madin ini tidak hanya di Jatim, tetapi yang rutin melakukan program peningkatan kualitas serta memberikan beasiswa baru di provinsi Jatim. Gus Ipul berharap, di tengah perkembangan zaman seperti ini, guru madin mampu meningkatkan kualitas spiritual siswa.

“Sikap seperti akhlak yang bagus, toleran, bertanggung jawab, dan sopan santun sangat dibutuhkan saat ini karena hal itu tidak dimiliki oleh sumber daya di luar negeri”, ujarnya.

Ke depannya ia berharap agar bantuan untuk guru madin tidak hanya dari Pemprov Jatim tetapi juga dari pusat.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Masyarakat, Bawon Adi Y, melaporkan program peningkatan kualitas guru madin ini sebagai bukti Pemprov Jatim memberi layanan dan kemudahan, kesempatan pemerataan pendidikan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Tujuannya agar guru madin memiliki kompetensi dan profesionalitas, serta mampu memperbaiki kualitas pendidikan agama.

Program peningkatan kualitas guru madin ini diselenggarakan selama 4 tahun atau 8 semester dimulai tahun ajaran 2015-2019 dan 2016-2020. Jumlah perguruan tinggi yang melaksanakan program ini sebanyak 39 perguruan tinggi keagamaan islam di Jatim, dengan total jumlah mahasiswa S1 sebanyak 1.149 orang.

Proses penerimaan calon mahasiswa ini melalui 3 tahap, pertama, proses administrasi oleh perguruan tinggi yang bersangkutan, kedua, proses seleksi oleh pemprov jatim kerjasama dengan Kopertais Wilayah IV Surabaya, dan terakhir seleksi baca tulis kitab suci oleh pemprov jatim kerjasama dengan Kopertais Wilayah IV Surabaya. Program ini sudah dimulai sejak tahun 2006. Sejak tahun 2006-2015 9819 orang dan telah menghasilkan lulusan 5400 guru SD madin program studi agama islam dan pendidikan bahasa Arab.

Program ini sudah dimulai sejak tahun 2006. Sejak tahun 2006-2015, sebanyak 9819 orang telah mengikuti program ini dan telah menghasilkan lulusan 5400 guru madin dengan program  studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Pada tahun ini, ada dua program studi yang ditambahkan yakni Stufi pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). (hery)