24/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Wagub Optimis Pilkada Serentak di Jatim Kondusif

Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan di acara Diskusi Publik Pilkada Serentak di Kampus Unitomo Sby,.Surabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Drs. H. Saifullah Yusuf atau yang lekat disapa Gus Ipul optimis pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Jatim kondusif. Hal ini didukung antisipasi-antisipasi yang telah dilakukan oleh pemerintah, aparat keamanan,sejumlah elemen, Bawaslu dan KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu. “Potensi konflik Pilkada di Jatim akan tetap ada, namun jika didukung oleh koordinasi dan kerjasama yang baik antara kinerja aparat keamanan, sejumlah elemen dan penyelenggara pemilu, maka saya optimis konflik tersebut tidak akan kacau. Apalagi kasus seperti di Mojokerto dua kandidatnya telah diloloskan menjadi peserta, ini contoh tindak lanjut yang baik dari pihak penyelenggara pemilu,” ujarnya saat menjadi keynote speaker acara Diskusi Publik Pilkada Serentak 2015 yanng digelar di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, Rabu (29/10).

Gus Ipul meminta, kedua penyelenggara pemilu baik Bawaslu maupun KPU bisa bekerja dan bersifat profesional. Ini penting sebab ketika konflik yang berkaitan dengan pemilu terjadi maka pemerintah daerah, dan aparat keamanan setempat akan mendapat dampaknya. Karenanya stakeholdernya yaitu pemerintah, aparat keamanan, dan penyelenggara pemilu tidak bisa dipisahkan. “Bawaslu dan KPU ini bisa diibaratkan seperti EO (Event Organizer) pemilukada serentak. Dan sejauh ini saya melihat kinerjanya sudah cukup baik, walaupun koordinasinya mesti ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Terkait netralitas Pegawai Negri Sipil (PNS), ia menegaskan, jika ditemukan PNS terlibat secara langsung dengan penyelenggaraan Pilkada nantinya maka akan diberikan sanksi. Sanksi itu nantinya bisa berupa teguran, tertulis, skors, bahkan pemberhentian. Karenanya peran masyarakat sangat diperluka, utamanya untuk memberikan informasi keterlibatan PNS dalam pemilu baik berupa foto, video, ataupun bukti lainnya. “Masalah netralitas PNS ini sudah ditegaskan oleh Gubernur. Karenanya semua elemen baik LSM, masyarakat, Bawaslu harus ikut mengawasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir mengatakan, pelaksanaan diskusi publik Pilkada tersebut bertujuan untuk mendorong partisipasi mahasiswa untuk mensukseskan pilkada serentak di Jatim. Karena pemilih dari kalangan mahasiswa adalah potensi pemilih terbanyak di Jatim. Selain itu, juga untuk berbagi informasi mengenai peran pers dalam berbagi informasi mengenai partisipasi masyarakat, dan mendorong masyarakat untuk bisa menentukan calon pemiiih yang diinginkan masyarakat. “Oleh karena itu kita sebagai bagian dari stakeholders penyelenggaraan pemilu khususnya pers, berharap bisa berkontribusi dalam mewujudkaan kesuksesan pilkada serentak tanggl 9 Desember 2015,” jelasnya.

Diskusi publik pilkada yang mengangkat tema “Meningkatkan Kualtas Pers dan Peran Masyarakat dalam Mensukseskan Program Kebijakan Pemerintah” tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unitomo. Narasumber yang dihadirkan diantaranya Ketua KPU Jatim Eko Sasmita, Ketua Bawaslu Dr. Sufyanto, dan Ketua PWI Jatim Akhmad Munir. (hery)