01/02/2021

Jadikan yang Terdepan

PJ Bupati dan PJ Walikota Harus Waspada Akan Ketersediaan Pangan

gub jatim lantik penjabat bupati trenggalek, banyuwangi dan mojokerto serta penjabat walikota pasuruan di grahadi  (5)Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta kepada PJ Bupati dan PJ Walikota yang baru dilantik untuk selalu waspada akan ketersediaan pangan. “Kepada PJ Bupati dan PJ Walikota untuk langsung turun ke daerah, untuk berkonsolidasi dengan seluruh aparat birokrasi, Forpimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh stake holder. Dan yang terpenting untuk selalu waspada dan memantau akan ketersediaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako),” pintanya sesaat setelah Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan PJ Bupati Trenggalek, PJ Bupati Mojokerto, PJ Bupati Banyuwangi dan PJ Walikota Pasuruan, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (22/10).

Waspada terhadap ketersediaan sembako, diungkapkan oleh Gubernur yang lebih akrab dengan panggilan Pakde Karwo, dikarenakan ada kemungkinan musim penghujan akan mundur. Hujan diperkirakan tidak akan turun di bulan Oktober atau Nopember. Hal tersebut tentu akan sangat berpengaruh pada musim tanam, yang pada akhirnya akan berpengaruh pula musim panen diwaktu mendatang. Dan tentunya hal tersebut akan mengurangi persediaan stok pangan).

Tidak turunnya hujan yang berpengaruh pada ketersediaan kebutuhan sembako, menurut Pakde Karwo telah diantisipasi oleh Pemprov. Jatim. Dengan cara meminta kepada pemerintah pusat agar persediaan sembako yang ada di Bulog Jatim tidak dikeluarkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan sembako di tingkat nasional. Walaupun menurut Pakde Karwo ketersediaan pangan Jatim masih mencukupi untuk kebutuhan pangan sampai enam bulan mendatang. “Koordinasi dengan seluruh stake holder yang ada di daerah merupakan basis yang sangat penting. Satu persatu harus didatangi untuk membicarakan permasalahan apa saja yang sedang terjadi dan langkah-langkah apa yang dilakukan,” cetusnya.

Selain itu, koordinasi dan komunikasi dengan cara berdialog merupakan sarana untuk mendinginkan suasana. Mendinginkan gesekan-gesekan yang ada di daerah. Terutama dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 mendatang.

“TNI, Polri, Tomas, Toga, Birokrat, semua harus fokus pada kesejahteraan masyarakat. Menjaga ketenteraman, kenyamanan, keamanan. Yaitu dengan cara selalu berkoordinasi, berdialog, berkomunikasi, bersilaturahim,” pungkasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada para Bupati, dan  Wakil Bupati Trenggalek, Mojokerto , Banyuwangi, Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan yang telah menjalankan tugas dengan baik, ikut menyejahterakan masyarakat.

Adapun PJ yang dilantik Pakde Karwo adalah Dr. H. Djarianto, MSi (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim sebagai PJ Bupati Trenggalek menggantikan Dr. Ir H. Mulyadi WR, MMT (bupati) dan Kholiq, SH, MSi (Wakil Bupati); Dr. Ir Moch. Ardi Prasetyawan (Staf Ahli Gub. Jatim Bid. Kemasyarakatan) sebagai PJ Bupati Mojokerto menggantikan H. Mustofa Kamal pasa, SE  dan Dra Hj. Choirun Nisa, M.Pd.; Dr. Ir. Wibowo Ekoputro, MMT (Kepala Dinas Pertanian Prov. Jatim) sebagai PJ. Walikota Pasuruan menggatikan H. Hasani dan Drs. H. Setiyono, MSi; sedangkan Drs. Zarkasi, MSi (Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Prov. Jatim) sebagai PJ Bupati Banyuwangi menggatikan H. Abdullah Azwar Anas, MSi dan Yusuf Widyatmoko, S.Sos .

Ketua TP PKK dan Dekranada Harus Hadir Untuk Memberi  Solusi di Masyarakat

Seusai acara pelantikan PJ Bupati dan PJ Walikota, ditempat yang sama Ketua TP. PKK Prov. Jatim yang juga merupakan istri Gubernur Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo melantik Ketua TP. PKK  dan Ketua Dekranasda Kab. Trenggalek, Mojokerto, Banyuwangi dan Kota Pasuruan.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Prov. Jatim yang lebih akrab dipanggil  Bude Karwo mengharapkan agar sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda yang baru harus segera berbaur dengan anggota dan lingkungan sosialnya, melalui komunikasi terbuka.“Berusahalah memposisikan diri untuk membantu dan peduli terhadap permasalahan yang dihadapi anggota dan masyarakat. Hadirlah sebagai solusi, jangan sebaliknya justru menjadi bagian dari permasalahan,” pintanya.

Dijelaskan, PKK merupakan gerakan pembangunan berbasis keluarga dan mitra pemerintah, sekaligus pendamping bagi masyarakat dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Sebagai mitra, keberadaan PKK harus bisa membantu, sekaligus menjadi pendamping bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengakses program-program pembangunan. Baik di bidang kesehatan, pengentas kemiskinan, pembangunan ekonomi maupun sosial budaya,” ungkapnya.

Banyak Program SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) yang bisa dikerjasamakan dengan PKK. Baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kematian bayi. “Kita harus senantiasa waspada, jangan sampai ada bayi meninggal karena kita tidak tahu, atau terlambat mendeteksi tanda bahayanya,” pintanya.

Bude Karwo berpesan kepada Ketua TP PKK yang baru dilantik agar waspada terhadap AKB (Angka Kematian Bayi). Karena AKB Jatim masih di atas AKB tingkat nasional. Yaitu 25,95/1.000 kelahiran hidup, sedang tingkat nasional 23/1.000 kelahiran hidup.

Selain itu, Bude Karwo juga meminta agar para kader terus didorong agar melalui dasa wisma bisa memantau ibu hamil yang beresiko dan melakukan pendampingan bersama petugas kesehatan, termasuk terhadap bayi yang baru lahir.

Pada kesempatan itu, bude karwo juga mengingatkan bahwa kita semua akan segera masuk ke dalam era Asean Economic Comunity (MEA). Kunci sukses menghadapinya adalah meningkatkan daya saing produk barang dan jasa agar mampu berkompetisi di semua pasar, baik dalam maupun luar negeri.

Peran UMKM Jatim dalam perdagangan bebas komunitas ekonomi ASEAN sangatlah penting. Di bidang usaha ini, ada sekitar 11.117.439 naker bergerak dalam 6.825.931  unit UMKM (data tahun 2014). “Secara khusus, saya berharap kepada Dekranasda Kab. Trenggalek, Mojokerto, Banyuwangi dan Kota Pasuruan agar lebih mendorong para pelaku IKM khususnya industri kerajinan untuk terus meningkatkan kualitas produknya sehingga nilai jual yang kompetitif di pasar global. Dengan cara melakukan  pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha kecil menengah,” pintanya penuh harap.

Beberapa program Dekranasda Prov. Jatim yang bisa dimanfaatkan oleh Dekranasda daerah Kab/Kota antara lain program peningkatan SDM pengrajin, program promosi produk kerajinan khas Jatim (pelatihan pembuatan website, pameran dalam dan luar negeri), dan program fasilitasi pengembangan usaha kerajinan (Fasilitas akses permodalan, HAKI, SNI).

Sebelum mengakhiri sambutannya Bude Karwo memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Ketua PKK dan Dekranasda yang telah purna tugas, karena telah ikut memajukan Jawa Timur, ikut menyejahterakan masyarakat dengan cara kerja keras, kerja tanpa pamrih, kerja dengan ikhlas, dan kerja cerdas, sehingga diaktualisasikan dengan banyaknya  penghargaan yang telah didapat  diraih di tingkat nasional.

Ketua TP PKK dan Dekranasda yang dilantik Bude Karwo adalah Hj. Kartini Zarkasi menggatikan Ipuk Iswiandani (Banyuwangi), Sri Hariyanti Djarianto menggatikan Peni Sugiarti Mulyadi (Trenggalek), Titin Yulianingsih Wibowo Ekoputro menggantikan Maria Hasani (Kota Pasuruan) dan Estianti Ismaningsih Ardi menggantikan Iftina Mustofa Kamal Pasha. (hery)