02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Dorong Warga Nahdliyin Sukses Secara Ekonomi

Gus Ipul membuka acara dialog bersama Chairulo Tanjung di Masjid Nasional Al-Akbar SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mendorong seluruh warga Nahdliyin untuk sukses dan mandiri secara ekonomi. Jika warga NU sukses, maka kesuksesan tersebut akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat lainnya.

“Saya mendorong agar semakin banyak orang NU yang sukses dalam hal ekonomi. Karena kalau ekonomi NU tumbuh dan bangkit, maka kesejahteraan bangsa akan secara otomatis terangkat dan meningkat,” ungkapnya saat menghadiri Dialog Interaktif bersama CEO Trans Crop H. Chairul Tanjung di Halaman Masjid Nasional Al-akbar Surabaya, Jumat (3/7) malam.

Gus Ipul menjelaskan, bahwa pendiri NU telah memberikan landasan yang kokoh untuk meningkatkan ekonomi ummat. Ulama dan pendiri NU telah terlebih dahulu mendirikan Taswirul Afkar sebagai media dialog pemikiran bagi kalangan kiai dan generasi muda.

Selain itu, pendiri dan ulama NU juga juga mendirikan Nahdlatul Wathan untuk memompa semangat cinta tanah air dan nasionalisme. Cara terakhir yakni mendirikan Nahdlatul Tujjar atau dikenal sebagai kebangkitan pedagang. “Dari kesemua cara ini, pendiri dan ulama menitipkan pesan yang sangat dalam. Bahwa NU dan ummat harus memiliki kecakapan, kecerdasan, pintar, berjiwa nasionalisme dan harus kaya secara ekonomi,” imbuhnya.

Saat ini, orang pintar mulai dari sarjana hingga profesor di NU sangat banyak. Sama halnya dengan kecintaan terhadap NKRI, jiwa nasionalisme warga NU tidak perlu diragukan. Namun, yang kurang adalah tumbuhnya orang-orang kaya baru melalui ekonomi NU. Untuk itu, NU ingin menggali ilmu yang banyak dari Chairul Tanjung, agar warga Nahdliyin dapat terus berdaya saing di bidang ekonomi, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sementara itu, Chairul Tanjung yang mengangkat tema ‘Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat’ mengatakan, saat ini kyai dan ulama lebih banyak berdakwah tentang aspek akhirat saja. Ia berharap selain aspek akhirat juga para ulama berdakwah soal dunia khususnya soal ekonomi. Kyai dan ulama kurang mendorong tentang kemandirian ekonomi umat.

Ia mencontohkan, jika NU yang sekarang memiliki 83 juta umat dan ekonominya bisa diberdayakan maka saya yakin NU mampu menjawab persoalan kemiskinan Indonesia. “Jika NU yang sekarang memiliki 83 juta umat dan ekonominya bisa diberdayakan maka saya yakin NU dapat mampu menjawab persoalan kemiskinan Indonesia,” ujarnya.

NU merupakan organisasi ummat terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, salah satu materi yang harus dibahas pada Muktamar NU ke 33 adalah membuat ummat NU lebih berdaya secara ekonomi. Salah satu caranya, pengurus NU harus bekerja lebih keras khususnya dalam membangkitkan ummat NU itu sendiri. “NU harus memperbaiki diri agar ummat bisa lebih mandiri lagi, pintar dan lebih sukses lagi. Saya menyatakan sanggup jika menjadi Agent Of Change dari masyarakat NU agar lebih sejahtera dan berdaya saing lagi,” tegasnya.

Dialog interaktif ini, dilaksanakan sebagai mata rantai pelaksanaan Muktamar NU ke 33 yang akan dilaksanakan di Jombang pada Bulan Agustus mendatang. Tampak hadir, Ketua PWNU Jatim KH. Mutawakil Allallah, Rois Aam PWNU Jatim KH. Miftahul Akhyar, Prof. M. Nuh, Sekretaris Muktamar NU Thoriqul Haq. (hery)