05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Komisi E Bakal Panggil Kadisdik Saiful Rachman

* Buntut Rencana Bubarkan SMANOR

Dimam AbrorSidoarjo, KabarGress.com – Rencana Kepala Dinas Pendidikan Prov Jatim, Drs. Saiful Rachman, membubarkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Menengah Negeri Olahraga (SMANOR) Jatim, memantik reaksi keras Ketua Harian KONI Jatim, H. Dimam Abror, dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim. Pembubaran SMANOR didasari implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014, dinilai hanya sebagai dalih untuk mengobrak-abrik sekolah khusus olahraga yang menjadi kebanggaan masyarakat Jatim.

Pembubaran SMANOR Jatim dinilai sebuah kemunduran berpikir. “Niat membubarkan SMANOR adalah sebuah pernyataan yang tanpa dasar,” kata Abror, kepada KabarGress via ponselnya, Selasa (30/6).

Menurutnya, harus dipikirkan secara komprehensif, niatan membubarkan SMANOR. “Menurut hemat saya membubarkan SMANOR sebuah langkah tidak tepat. Kalau ingin merevitalisasi pendidikan di Jatim, mestinya menambah SMANOR-SMANOR di tiap kabupaten/kota. Bukan mewacanakan membubarkannya,” sambungnya.

Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim. “Saya juga tidak setuju SMANOR dibubarkan,” tukas Suli Daim, Rabu (1/7).

Wakil Ketua KOMISI E DPRD JATIM Suli DaimAbror dan Suli Daim, saat diminta pendapatnya secara terpisah terkait rencana Kadiknas Saiful Rachman membubarkan sekolah khusus menengah olahraga yang faktanya mampu menyuguhkan sukses tersebut, dinilai tidak tepat.

Sebab, faktanya selama ini cukup besar kontribusi yang diberikan SMANOR dalam memajukan olahraga, baik di Jatim maupun nasional dan internasional. Hal itu, dapat dilihat ratusan medali dari berbagai event, baik nasional maupun internasional disumbangkan atlet-atlet SMANOR. Seperti, dalam Proprov di Banyuwangi, PON Remaja di Surabaya, dan event-event nasional, internasional.

Misalnya selama kurun waktu tahun 2013, para atlet SMANOR mampu mempersembahkan sebanyak 19 medali di level dunia. Terdiri dari 4 emas, 5 perak dan 10 perunggu. Medali tersebut dipersembahkan dari tiga cabor. Yaitu judo, panjat tebing dan voli pantai. Dari cabang olahraga judo mempersembahkan 3 emas, 4 perak dan 9 perunggu. Kemudian panjat tebing menyumbangkan 1 perunggu dan dari voli pantai mempersembahkan 1 emas dan 1 perak.

”Saya kira hal sukses di atas harus diapresiasi, bukan malah mengusulkan pembubaran,” imbuh Suli Daim. “SMANOR Jatim ini, terbaik se Indonesia. Pak Menpora saja mengapresiasi, disini SMANOR inginnya dibubarkan,” tandas Abror.

Dalam kerangka mengklierkan masalah pembubaran SMANOR ini, Suli Daim, berencana memanggil Kadindik Jatim, Saiful Rachman, dalam momen Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Saya ingin tahu persisnya seperti apa. Sebab, saya tahu pembubaran SMANOR diusulkan Pak Saiful itu, baca di koran. Kongkritnya, seperti apa dan bagaimana, mereka akan kita panggil kita ajak RPD. Dalam RDP itu, kami akan pertanyakan detailnya bagaimana pada Kadiknas,” ujarnya. Sebab, sebelum ini Diknas mengusulkan penambahan pembangunan gedung asrama siswa, namun ujungnya Kadindik hendak membubarkannya.

“Apalagi hal itu tidak pernah dibicarakan sebelumnya, dengan komisi E. Saya terkejut, statemen itu, sebab sebelumnya diknas mengusulkan anggaran pembangunan asrama atlet, saat kok malah muncul statemen mau dibubarkan,” ungkap Suli. Setelah rencana pembubaran SMANOR menimbulkan kegaduhan, Saiful Rachman, seperti dilansir media mengatakan bahwa pembubaran SMANOR baru sebatas usulan saja.

 

Tertarik Ngomong Kinerja

Ka UPT SMANOR Drs. Zainal Arifin, M.Pd

Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka.UPT) SMANOR, Drs. Zainal Arifin, M.Pd, ketika dikonfirmasi rencana pembubaran sekolah yang dipimpinnya, mengaku tidak tahu. Saat didesak soal seputar rencana membubarkan SMANOR digulirkan Kadisdik Jatim, Zainal, tak bergeming. ”Soal itu saya nggak mau komentar. Kita ngomong soal kinerja saja, dan yang telah dilakukan teman-teman di SMANOR ini,” kelit Zainal.

Selama mendedikasikan dirinya ke SMANOR, Zainal Arifin, telah berupaya bekerja keras. Hasilnya, sudah banyak diketahui. SMANOR Jatim, menjadi SMANOR terbaik di Indonesia. Apresiasi itu, juga sempat diberikan Menpora, Iman Nacrawi, dalam kesempatan berkunjung ke sekolah olahraga yang bertempat di Jl. Pagerwojo, Sidoarjo. Apresiasi Menpora tersebut ujar Zainal, tentu sebagai penyemangat bagi dirinya dan para guru serta semua yang mendedikasikan dirinya di SMANOR ini lebih baik.

Kenyataannya, berkat kerja keras, kerja kompak, didukung program kerja yang jelas, SMANOR Jatim, bukan hanya sukses sebagai gudang juara, dan medali, tetapi bidang akademik juga berjalan seiring dengan prestasi olahraga yang diraihnya. Kualitas akademik yang cukup baik itu pula, dibuktikan alumni SMANOR tidak kesulitan jika ingin meneruskan study ke jenjang berikutnya. Demikian pula, bagi alumni SMANOR yang ingin mendedikasikan dirinya menjadi anggota TNI, POLRI, kesempatannya juga terbuka cukup lebar.

Bagi Alumnis SMANOR yang menempuh jenjang pendidikan berikutnya, banyak diterima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama, seperti Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang, UNESA, UNAIR, Sekolah Tinggi Telekominasi (TELKOM), dan bahkan ada yang diterima di GOUTE INSTITUTE Jerman. “Yang diterima di PTS cukup banyak, disesuakan Cabornya. Bahkan, di antara alumni ada yang menjadi dosen UNESA dan diterima masuk di TNI, POLRI,” bebernya. (hery)

Teks foto: Dimam Abror, Suli Daim dan Zainal Arifin.