Dewan Alokasikan Dana Feasebility Study untuk AMC Sebesar Rp5,6 Miliar

armujiSurabaya, KabarGress.Com – Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, mendukung program Angkutan Massal Cepat (AMC). Bentuk dukungan ini diwujudkan dengan pengalokasian dana feasebility study (FS) sebesar Rp5,6 miliar pada tahun anggaran 2015. Menurutnya alokasi anggaran ini sangat diperlukan, mengingat proyek AMC berdampak langsung pada warga Surabaya.

Seperti dampak terhadap nasib sopir dan pengusaha angkutan umum yang sekarang ini lagi resah. Selain itu juga adanya pembebasan lahan. Jangan sampai kejadian seperti macetnya proyek monorel di Jakarta, gara-gara ada sebagian kecil lahan yang tidak bisa dibebaskan, akhirnya proyek monorel jadi terkatung-katung.

“Jangan sampai nasibnya seperti incenerator (mesin pembakar sampah) yang mangkrak dan sekarang masih meninggalkan masalah,” papar Armuji, Rabu (3/12/2014).

Politisi asal fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, anggaran FS yang disiapkan dengan APBD Surabaya 2015 tersebut, bisa digunakan untuk melengkapi FS yang sekarang ini dipakai rujukan, yaitu FS yang telah dibuat Bank Dunia.

“Kalau FS Bank Dunia kan kepentingannya lain dengan pemerintahan kota. Sehingga FS tersebut bisa saling melengkapi,” terangnya.

Soal penganggaran AMC, menurut  Armuji, sekarang ini sudah masuk di skenario ketiga. Yakni Pemkot Surabaya mengandalkan dana dari APBN. Adapun skenario pertama, yakni menggandeng Bank Dunia untuk pendanaan AMC dan sudah gagal. Skenario kedua dengan melibatkan pihak ketiga (investor), sampai sekarang tidak ada kejelasan.

“Jadi sekarang ini kan pemkot memakai opsi yang ketiga, yaitu dengan mengandalkan dana APBN,” tutur Armuji.

Bila  melihat kronologisnya, Armuji melihat  sepertinya proyek AMC ini potensi defisit sangat besar. “Jangan sampai mangkrak seperti proyek incenerator. Namun bagaimana pun juga kami tetap sangat apresiatif terhadap kemauan wali kota, dan kami siap untuk berkoordinasi. Yang penting koridornya tidak merugikan rakyat,” tandas  Armuji. (tur)

Leave a Reply


*