Pakde Karwo Jadi Pembicara Seminar Nasional Otonomi Awards

Pakde Karwo Jadi Pembicara Seminar Nasional Otonomi AwardsSurabaya, KabarGress.com -Gubernur Jatim Pakde Karwo menjadi pembicara pada seminar nasional dalam rangkaian Otonomi Awards, di empire palace Surabaya, Rabu (26/11). Seminar nasional yang diselenggarakan dalam rangkaian Otonomi Awards 2014 ini  dimaksudkan untuk mendorong pengembangan inovasi pelayanan pubik. hadir pula pembicara mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Deputy II Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, denganModerator Haridari dari Unair.

Pakde Karwo dalam kesempatan itu mengentengahkan tema “Sinergi baru Pusat & daerah memicu inovasi untuk kesejahteraan rakyat”.

Dijelaskan, kalau  APBN dan APBD digabung hanya Rp122 Triliun tapi PDRB Jatim 1.136 Triliun. Artinya pemerintah hanya mengendalikan uang 9,8 %, yang 90,2 % adalahprivate sector, oleh karena itu fungsi pemerintah harus akrab dengan masyarakat terutama sektor swasta dengan cara memfasilitasi.

Selain itu, Pakde juga menegaskan bahwa, pemerintah membangun politik dan kamanan yang stabil untuk mendorong pertumbuhan investasi. “Karena tanpa investasi akan sulit mengembangkan suatu daerah,” ujarnya.

Pakde, dalam kesempatan itu juga mengutarakanpertumbuhan ekonomi Jatim sampai september 2014 mencapai 6.02 % sementara nasional 5, 11 %, tapipertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada gunanya jika kemiskinan, dan pengangguran masih tinggi.

Ekspor impor barang dan jasa luar negeri Jatim sampai triwulan III tahun 2014 masih defisit, yaitu untuk ekspor Rp 165,370 triliun dan impor Rp 189,161 trilu sehingga masih defisit Rp 23,791 triliun. Sedangkan ekspor impor dalam negeri dalam waktu yang sama tercatat ekspor Rp 305,789 triliun dan impor Rp 241,315 triliun (berarti surplus 64,474 triliun). Dengan demikian expor impor Jatim masih surplus Rp 40,693 trilun (dalam negeri surplus 64,474 triliun dikurangi defisit luar negeri Rp 23,791 triliun)

Oleh karena itu, selain mengembangkan infrastruktur, pemerintah akan terus mendorong UMKM supaya dapat menembus pasar ekspor. “Dengan demikian pemerintahan dan masyarakat dapat bersinergi untuk memacu terwujudnyakesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan minta pada pejabat di daerah untuk tidak mempersulit pengusaha. Karena, jika iklim usaha dirasakan sulit, nantinya daerah itusendiri yang akan sulit berkembang.

Menurut Dahlan, kemajuan daerah sangat tergentung dari iklim investasi. “Jika investasi dipermudah, pengusaha akan ikut memajukan daerah itu. Maka dari itu jangan dipersulit. Biarkan saja. Mereka kalau jatuh juga akan bangkit dengan sendirinya,” ujarnya.

Untuk memajukan daerah di era otonomi ini, lanjut dia, mau tak mau harus dilakukan daerah sendiri, bukan dari pemerintah pusat. “Kalau pemerintah tidak bisa membantu, setidaknya jangan ngerepoti. Intinya di daerah- daerah,” tandasnya

Berkaitan dengan kenaikan BBM, dia mengutarakan,“BBM memang harusnya naik, meski harga minyak dunia turun. Pemerintah menaikkan harga BBM di saat harga minyak dunia turun, karena dolar di atas Rp 12 ribu kalau rupiah menguat kembali Rp 9 ribu per dolar-nya. Seharusnya pemerintah harus berusaha menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Karena jika dolarnya masih tinggi, harga minyak dunia rendah pun tidak berpengaruh. Itu karena kita masih impor minyak besar-besaran. Impornya itu pakai dolar semua,” pungkasnya

Pembicara lainnya, Bupati Bantaeng Sulawesi SelatanNurdin Abdullah menyampaikan pengalamannya membangun Kabupaten Bantaeng sebagai kawasan benih berbasis teknologi.

Ia terinspirasi Kota Batu dengan apelnya, maka ia mengundang kelompok tani Kota Batu untuk kerjasama untuk berbagi ilmu mengembangkan perkebunan apel di Bantaengkarena lahan Bantaeng mirip dengan kota Batu

Saat ini, lanjutnya, Kabupaten Bantaeng sudah memiliki kebun apel yang memproduksi Apel Bantaeng untuk diekspor. “Kebun Apel Bantaeng sudah memcukupi kebutuhan lokalsehingga bisa ekspor. Selain itu, juga mengembangkanberbagai sayuran lobak dan buah-buahan lain juga seeprti durian, buah naga sudah bisa memproduksi dengan baik,”jelasnya.

Selain itu, Nurdin dengan bangga mengatakan,”Untukmendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat di Kabupaten Bantaeng sekarang sudah memiliki delapanambulance dengan fasilitas lengkap. Kalau ambulance biasa hanya mengantar pasien ke rumah sakit, tetapi ambulance diBantaeng punya teknologi canggih dan dokter ahli, yangberperan sebagai rumah sakit berjalan. Artinya, pasien terlebih dahulu mendapatkan pertolongan dalam ambulance dengan bantuan dokter. Jika ada panggilan darurat, makadalam waktu 20 menit ambulance sudah sampai di tempat,” ujarnya. (hery)

Leave a Reply


*