03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Sepanjang 1.350 KM Merak-Banyuwangi Bakal Rindang dengan Pohon Trembesi

Mahasiswa belajar menanam pohon TrembesiSurabaya, KabarGress.Com – Djarum Trees For Life dari Corporate Social Responsibility (CSR) Djarum Bakti Lingkungan berupa kegiatan penanaman pohon Trembesi sepanjang 1.350 km Merak-Banyuwangi ditargetkan akan tuntas pada 2015. “Progam ini telah dilaksanakan sejak 2010 akan diteruskan hingga tahun 2015 akan tumbuh rindang pohon Trembesi di sepanjang Merak-Banyuwangi,” ungkap Vice President Djarum Foundation, FX Supanji, di sela-sela acara talk show “Manfaat dan Keistimewaan Pohon Trembesi”, di Taman Flora – Bratang – Surabaya, Kamis (13/11/2014).

Penanaman pohon Trembesi tersebut bertujuan mengurangi dampak polusi dan pemanasan global. Pohon Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan, merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian bisa mencapai hingga 20 meter dan tajuknya sangat lebar. Pohon Trembesi mempunyai jaringan akar yang luas. Satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28,5 ton karbondioksida (CO2) per tahunnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor:

F.X SupanjiVania Santoso memberikan wawasan tentang lingkunganKelebihan lain, sejuk karena dapat menurunkan suhu antara 3-4 derajat celcius, akar kuat menyerap air tanah sehingga mengurangi resiko banjir. “Trembesi juga dapat hidup 100 tahun serta mampu memperlambat air hujan yang jatuh ke tanah sehingga dapat mencegah erosi,” terang Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan IPB yang berkesempatan hadir sebagai pemateri.

Dalam sosialisasi ini turut hadir Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Chalid Buhari, Duta Lingkungan Asia Pasific untuk Indonesia, Vania Santoso, Dosen Hukum Lingkungan Unair, Suparto Wijaya, serta Nugie, artis nasional yang juga dikenal pejuang lingkungan.

Pada kesempatan itu, Vania memberi contoh betapa sampah jika diolah bisa menghasilkan benda-benda bernilai ekonomi seperti bungkus kemasan kopi atau kertas karung semen. “Bayangkan dompet yang penampilannya mirip sekali dengan kulit ini ternyata terbuat dari kertas bungkus semen lho. Dan apabila dijual di luar negeri harganya bisa 3 kali lipat,” tutur Vania sembari menunjukkan dompet dari bahan-bahan sampah.

Sementara itu, Nugie, tercatat sebagai Duta Lingkungan Hidup Unesco, yang kerap terlibat kegiatan Djarum Trees For Life ‘Menanam Trembesi 1.350 KM Merak-Banyuwangi’, mengaku merasa senang dan tak pernah bosan kembali berpartisipasi kegiatan gagasan Bakti Lingkungan Djarum Foundation ini. “Program menanam pohon trembesi Djarum Trees For Life jelas manfaatnya dan sudah pasti berdampak positif untuk masa depan bumi yang sudah mengalami pemanasan global. Apalagi banyak generasi muda terlibat disini, mudah-mudahan bisa menanamkan kesadaran yang tinggi kepada mereka bahwa kelangsungan bumi ini ada di tangan mereka,” kata Nugie.

Tak hanya berbagi cerita, Nugie tampil menghibur dengan membawakan beberapa lagu bertema lingkungan. Selain itu, dalam kegiatan ini juga ada beberapa aktivitas seru lainnya, yakni Praktek Menanam Trembesi, Berfoto ala Perawat Trembesi (menggunakan seragam perawat DTFL dan alat- alatnya) dengan latar belakang Trembesi, bermain Big Puzzle (Jenga) Trembesi, dan suguhan spesial untuk pengunjung yakni “Dance ala Perawat Trembesi”. Di area kegiatan juga disuguhkan Diorama Trembesi.

Penanaman pohon Trembesi itu sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu (15/11/2014) mendatang di Taman Bulak Kenjeran Surabaya bersama Walikota Surabaya, Ir, Tri Rismaharini, M.T. (ro)

Teks foto:

– Mahasiswa antusias mengikuti edukasi lingkungan berupa penanaman pohon Trembesi.

– Vice President Djarum Foundation, FX Supanji, memberikan keterangan kepada awak media Surabaya.

– Vania Santoso memberikan wawasan soal lingkungan kepada mahasiswa penggiat lingkungan yang hadir mengikuti talk show.