04/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Dinas CKTR Jatim Ajak Kelompok Masyarakat Lebih Peduli Tata Ruang

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim, Agus Heru WidodoJuri Sayembara Prakarsa Masyarakat 2014Salah satu peserta 10 besar Sayembara Prakarsa Masyarakat 2014 sedang presentasiSurabaya, KabarGress.Com – Penyelenggaraan penataan ruang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UUPR) memerlukan komitmen dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan dunia usaha, demi terwujudnya ruang wilayah nasional yang aman, nyaman produktif dan berkelanjutan.

“Karena itu kami dari Dinas PU, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim, terus gencar mengajak kelompok-kelompok masyarakat untuk lebih peduli tentang tata ruang,” tandas Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim, Agus Heru Widodo, di sela-sela acara Presentasi 10 Besar Proposal dan Penentuan Juara (Penjurian Tahap 2) Sayembara Prakarsa Masyarakat 2014, bertempat di Atrium City of Tomorrow Surabaya, Sabtu (25/10/2014).

Menurutnya, sejauh ini masih banyak masyarakat yang belum mengenal dan paham soal tata ruang. “Kegiatan sayembara ini bertujuan menggerakkan masyarakat supaya peduli tentang tata ruang,” jelasnya.

Sayembara kali ini merupakan yang kedua setelah digelar pertama kali tahun lalu. Tahun ini bertema: “Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Dalam Penyelenggaraan  Penataan Ruang di Provinsi Jawa Timur”. Dengan Sub Tema: 1. Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, 2. Pengelolaan Sampah dikawasan pemukiman dan 3. Preservasi (penjagaan, pemeliharaan, perlindungan) air.

“Yang menggembirakan, peningkatan jumlah peserta. Kalau tahun lalu 15 peserta, sekarang 28 peserta. Dan dari proses penjurian telah terpilih 10 proposal terbaik yang tampil presentasi hari ini. Selanjutnya akan diambil 3 pemenang. Dan untuk pemenang utama berhak mendapat stimulan untuk program prakarsa yang diimplementasikan tahun depan. Nilainya hingga Rp100 juta bersumber dari dana APBN,” terangnya.

“Dinas CKTR Propinsi Jatim berharap banyak kelompok masyarakat lebih mengenal bagaimana bisa merencanakan. Habis merencanakan terus malaksanakan sekaligus mengawasi kegiatan-kegiatan yang mereka buat itu terkait tata ruang,” timpalnya.

Sementara itu, Yuwono, Juara I Sayembara Prakarsa Masyarakat 2013, dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mengaku sangat bangga dan senang dengan dukungan pemerintah propinsi dalam hal ini Dinas CKTR Prop Jatim. “Program saya tanaman toga yang memenangi sayembara tahun lalu itu merupakan program yang sudah berjalan dan berkelanjutan sejak 2010,” jelasnya saat hadir di event ini.

Sebagai petani jamu, petani toga sekaligus peracik jamu, Yuwono memang sangat tergerak hati untuk peduli lingkungan. “Salah satunya melestarikan seni Ketoprak tapi Ketoprak Hijau yang memberikan wawasan lingkungan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya suatu lingkungan hidup. Jadi dari hasil sebagian usaha saya sisihkan untuk kegiatan lingkungan hidup,” tukasnya. (Ro)

Teks foto:

– Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim, Agus Heru Widodo, memberikan kata sambutan.

– Para juri Sayembara Prakarsa Masyarakat 2014.

– Salah satu peserta yang masuk 10 besar Sayembara Prakarsa Masyarakat 2014 mempresentasikan proposalnya.