22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Minta Masyarakat Jaga Guyub Rukun

Gubernur Minta Masyarakat Jaga Guyub Rukun​Madiun, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo meminta masyarakat senantiasa menjaga guyub dan rukun. Dua hal tersebut merupakan kekuatan utama keberhasilan pembangunan di Jatim. ​Permintaan tersebut disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrabnya ketika pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Duryudhono Gugur” yang didalangi oleh Ki Manteb Sudarsono di Alun-alun Kota Madiun, Jumat (20/6/2014) dini hari.

​Pakde Karwo mengatakan, suasana guyub rukun mampu membuat masyarakat dapat beraktifitas dengan tenang, nyaman, dan aman. Dampaknya, pembangunan di Jatim juga berjalan dengan baik dan terus meningkat sehingga masyarakat Jatim semakin bertambah sejahtera.

​“Karena itu, guyub rukun perlu dijaga oleh seluruh pihak. Baik pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kita tidak akan mampu membangun jika guyub rukun tidak dijaga. Saya berterima kasih kepada TNI, Polri dan masyarakat. Saya dibantu betul dengan hadirnya Babinsa dan Kamtibnas di desa. Saya akan pertahankan keberadaan mereka,” tuturnya.

​ Di hari ulang tahun kota Madiun ke-96, Pakde Karwo berpesan agar masyarakat terus memelihara etika dan sopan santun yang menjadi ciri khas Jawa Timur. “Selamat kepada kota madiun, semoga mendapat perlindungan dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

​Di bagian lain, Walikota Madiun, Bambang Irianto mengatakan, kota Madiun terus berbenah dalam dua tahun terakhir. “Saat ini, semua rumah telah memiliki WC, rumah gedeg kami bangun, sekolah gratis 12 tahun juga telah dilakukan sejak tahun lalu. Ini semua demi kesejahteraan masyarakat. Intinya, kami ingin putuskan garis kemiskinan,” katanya.

​Lakon “Duryudhono gugur” bercerita tentang gugurnya Duryudhono (pihak Kurawa) saat melawan Bima (pihak Pandawa) pada perang Bharatayudha. Kemenangan Bima sekaligus menjadi kemenangan bagi pihak Pandawa.

​Duryodana merupakan raja yang kuat dan cakap, serta memerintah dengan adil, namun bersikap licik dan jahat saat berusaha melawan saudaranya (Pandawa). Seperti Rawana, Duryodana sangat kuat dan berjaya, dan ahli dalam ilmu agama, namun gagal untuk mempraktekkannya dalam kehidupan.

​Duryodana juga merupakan salah satu tokoh yang sangat menghormati orangtuanya. Meskipun dianggap bersikap jahat, ia tetap menyayangi ibunya, yaitu Gandari. Setiap pagi sebelum berperang ia selalu mohon do’a restu, dan setiap kali ia berbuat demikian, ibunya selalu berkata bahwa kemenangan hanya berada di pihak yang benar. Meskipun jawaban tersebut mengecilkan hati Duryodana, ia tetap setia mengunjungi ibunya setiap pagi. (Eri)