21/09/2020

Jadikan yang Terdepan

FPL Long March ke Islamic Center

Massa FPL saat long march ke Islamic Center
Massa FPL saat long march ke Islamic Center

Surabaya, KabarGress.Com – Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Front Pekerja Lokalisasi (FPL), melakukan Long March dari kawasan Dolly dan Jarak menuju gedung Islamic Center pukul 09.00 tadi pagi. Mereka menginginkan agar kacara Deklarasi Penutupan Lokalisasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pukul 19.00 WIB, tidak terlaksana.

Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama hanya sekitar 1 jam para pendemo kembali ke jalan Dolly dan Jarak untuk melakukan koordinasi. Demo tersebut berlangsung damai tanpa ada kericuhan sedikitpun, aksi unjuk rasa itu diikuti oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK), mucikari dan warga terdampak.

Anggota FPL sekaligus pemilik wisma Harmonis, Johan mengatakan, pemkot harus membatalkan acara deklarasi penutupan lokalisasi terbesar se-Asia itu jika tidak ingin ada peperangan di Surabaya. Karena, penutupan ini tidak ada sosialisasi atau kesepakatan dari seluruh PSK, mucikari dan warga. Sehingga, hal ini terkesan ada permainan dari pemkot Surabaya.

“Risma gak punya perasaan mana hati nuranimu. Anda tidak berhak menutup tempat pekerjaan kami (PSK, mucikari dan warga) jangan ganggu kami urus saja dirimu. Tempat ini adalah mata pencaharian kami, mau makan apa kami kalau tempat ini ditutup,” ucapnya, Rabu (18/6/2014).

Dirinya mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar jika nanti acara deklarasi penutupan lokalisasi Dolly ini, tetap dilanjutkan. Dan akan memaksa Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menemui PSK, mucikari dan warga terdampak untuk melakukan tatap muka secara langsung.

“Pokoknya kami tetap menolak penutupan ini. Kami akan terus melawan sampai titik darah penghabisan. Karena pemerintah kota hanya janji-janji kosong tanpa ada bukti yang nyata. Kenyataannya kompensasi yang dijanjikan Rp5 juta ternyata hanya menerima Rp1 juta,” jelasnya. (Tur)