23/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Prodia Surabaya Gelar Good Doctor for the Great Family, Seminar on Managing Cardiovascular Risk

Surabaya, KabarGress.Com – Penyakit Kardiovaskular (PKV) atau penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 30% dari total kematian di Indonesia disebabkan oleh PKV. Oleh karena itu upaya pengendalian PKV menjadi sangat penting baik dari sisi pengobatan ataupun pencegahan.

Sebagai laboratorium terpercaya dan terbesar di Indonesia, Laboratorium Klinik Prodia berupaya untuk mewujudkan Indonesia Sehat dengan menyelenggarakan rangkaian seminar bertemakan “Good Doctor for the Great Family, Seminar on Managing Cardiovascular Risk” di 15 kota besar di Indonesia. Seminar yang ditujukan bagi para dokter umum dan spesialis ini dilaksanakan di Hotel Pullman, Surabaya, dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu dr. Soebagijo Adi, SpPD KEMD, Dr. Anwar Santoso, PhD, FIHA, FAsCC, FICA dan Dr. Marita Kaniawati, MSi, Apt, Sabtu (7/6/2014).

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kemajuan perekonomian sebagai dampak dari pembangunan tidak hanya meningkatkan taraf kesehatan tetapi juga menyebabkan perubahan pola hidup yang berkontribusi terhadap perubahan pola penyakit, penyakit infeksi ke penyakit degenerative seperti PKV.

Menurut dr. Soebagijo Adi, individu yang mengalami obesitas, dislipidema, hipertensi dan prediabetes hingga diabetes melitus termasuk kategori penderita sindrom metabolik, yaitu kombinasi gangguan medis yang meningkatkan risiko terkena PKV.

Pada 2008 dan diperkirakan pada 2030, hampir 23.6 juta orang akan meninggal karena PKV. Tindakan preventif merupakan cara paling bijaksana untuk mengurangi angka kematian tersebut. “Beberapa cara dapat dilakukan agar masyarakat dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit kardiovaskular, diantaranya dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik. Misalnya, menjalankan program diet dengan mengonsumsi makanan yang cukup nutrisi, berolahraga minimal 30 menit setiap minggunya, mengurangi tingkat kolesterol, menjaga tekanan darah dan tidak merokok,” ungkap Dr. Anwar Santoso, PhD, FIHA, FAsCC, FICA.

Penyebab dari PKV memang belum dapat diketahui secara pasti, tetapi sejumlah faktor risiko yang berperan penting terhadap timbulnya PKV dapat dikenali sejak dini. Oleh karena itu, melalui seminar ini Laboratorium Klinik Prodia mengupayakan agar para dokter dapat memperoleh informasi mengenai faktor risiko PKV, cara deteksi dan pengelolaan pasien dengan faktor risiko PKV secara baik dan tepat, termasuk dalam hal memilih pemeriksaan yang tepat pada laboratorium terbaik.

“Sekalipun penyebab dari penyakit kardiovaskular ini belum diketahui secara pasti, kita tetap dapat mencegah dan mengatasinya sejak dini dengan mengetahui faktor risikonya dan segera melakukan pemeriksaan yang tepat. Salah satunya dengan pengukuran kadar kolesterol LDL-C dalam tubuh dan menjaga kadarnya dalam batas normal. Akan tetapi pemeriksaan kolesterol LDL saja tidak cukup karena ternyata ada beberapa jenis lipid dan lipoprotein yang lebih aterogenik atau lebih berbahaya yakni Apo B dan Lipoprotein (a) sehingga pemeriksaan tersebut juga perlu dilakukan. Pemeriksaan laboratorium akan memberikan kita cukup informasi untuk mengefektifkan upaya pencegahan ataupun pengobatan penyakit kardiovaskular,” ujar Dr. Marita Kaniawati, MSi, Apt. menutup acara. (Ro)