31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Bulan Maret 2016: Tingkat Isian Penumpang (Passenger Load Factor) Singapore Airlines Naik 1,2 Persen Jadi 77,8%

Surabaya, KabarGress.com – Sepanjang bulan Maret 2016, tingkat isian penumpang (passenger load factor) Singapore Airlines mengalami kenaikan sebesar 1,2 persen poin menjadi 77,8%. Sementara itu, angkutan penumpang (diukur dalam pendapatan penumpang tiap kilometer) tetap  berada di angka yang flat secara year on year, berlawanan dengan penurunan kapasitas sebesar 1,5% (diukur dalam kilometer kursi yang tersedia). 

Tingkat isian penumpang (PLF) meningkat di seluruh wilayah, kecuali Amerika dan Pasifik Barat Daya (South West Pacific), di mana Pasifik Barat Daya mengalami tingkat isian yang sedikit lebih rendah. Kondisi persaingan dan keadaan pasar tetap menantang, sementara kegiatan-kegiatan promosi akan berlanjut di pasar-pasar yang relevan. 

Sistem angkutan penumpang SilkAir meningkat 13% secara year on year, melebihi kapasitas pertumbuhan sebesar 7,9% pada bulan Maret 2016. Hal tersebut menyebabkan tingkat isian penumpang meningkat sebanyak 3,2 poin persentase menjadi 71,5%. Selain itu, pertumbuhan pada angkutan penumpang baik di Asia Timur dan di wilayah Pasifik maupun di wilayah Asia Barat melebihi pertumbuhan kapasitas dengan kenaikan tingkat isian penumpang masing-masing sebesar 3,6 persen poin dan 2,4 persen poin. 

Pada Maret 2016, sistem angkutan penumpang Scoot mengalami peningkatan sebesar 2,3 persen poin menjadi 86,9%, dikarenakan pertumbuhan pada angkutan penumpang melebihi peningkatan kapasitas. Hingga tanggal 31 Maret 2016, Scoot telah memiliki sepuluh armada pesawat 787 dan mengoperasikan hingga 18 destinasi (termasuk Singapura), di mana lima dari destinasi tersebut telah diperkenalkan pada tahun 2015-2016, termasuk Osaka, Kaohsiung, Hangzhou, Melbourne dan Guangzhou. 

Sementara itu, Tigerair mencatat kenaikan sebesar 5 poin persentase pada tingkat keterisian penumpang (PLF) selama bulan Maret 2016, dikarenakan sistem angkatan penumpang Tigerair tumbuh sebesar 3,5%, berlawanan dengan penurunan kapasitas sebanyak 2,6%. 

Secara keseluruhan, tingkat keterisian kargo (cargo load factor – CLF) menurun sebesar 3,8 poin persentase yang disebabkan oleh meningkatnya lalu lintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) sebesar 1,1%, di mana hal ini berlawanan dengan pertumbuhan kapasitas secara keseluruhan yakni sebesar 7,2%. Asia Timur, Pasifik Barat Daya (South West Pacific) dan Asia Barat serta wilayah Afrika menunjukkan peningkatan pada tingkat isian, dengan adanya permintaan yang melebihi perubahan kapasitas. Sementara itu, wilayah Amerika yang mengalami penurunan pada bulan Maret 2016 disebabkan oleh ketiadaan pesawat charter yang telah mengalami peningkatan pada bulan Maret 2015 lalu sebagai akibat dari kepadatan pelabuhan laut di Pantai Barat (West Coast) Amerika Serikat. (ro)