26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

BTSA Ditetapkan sebagai Cagar Biosfer ke – 9 Indonesia

Dr. I. Nyoman Widana MSi, Kabid PKHKA - BTSA Ditetapkan sebagai Cagar Biosfer ke - 9 IndonesiaSurabaya, KabarGress.com – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Arjuna (BTSA), ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfer, ke- Indonesia, di Prancis, beberapa waktu lalu. Sebagai tindaklanjut anugerah tersebut kerjabareng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) dengan Dinas Kehutanan Prov Jatim, memfasilitasi meeting biosfer, dihadiri 13 negara anggota UNESCO, menurut rencana dilaksanakan di Malang, Rabu (28/10), pekan depan.

Kepala PKHKA Dinas Kehutanan Prov Jatim, Dr. I. Nyoman Widana, MSi, yang merupakan panitia, menerangkan pertemuan yang dihadiri 13 negara Asian, anggota UNESCO ini merupakan pertemuan rutin yang membahas isu-isu lingkungan. “Pertemuan kali ini dilaksanakan di Malang, bertepatan ditetapkannya BTSA sebagai cagar biosfer,” katanya.

Untuk detailnya, Nyoman menyarankan KabarGress.Com menemui Ir. Vivi. “Detailnya temui bu Vivi, saja,” advisnya.

Penetapan BTSA, sebagai cagar biosfer, menurut Vivi, berdasar Sidang International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) ke-27 di kantor Pusat UNESCO, Paris, Perancis awal Juni lalu. Banyak hal nanti yang akan dibahas dalam meeting ini. “Yang menyangkut isu lingkungan, kerusakan hutan beserta ekosistemnya, dan soal globar warming, jadi agenda yang mungkin akan dibicarakan. Sebab, soal perubahan iklim ini menjadi isu dunia,” terangnya.

Dinas Kehutanan Prov Jatim sifatnya hanya mempasilitasi acara UNESCO di Malang. “Harapan kita pertemuan anggota perwakilan dari 13 negara di Malang bisa melahirkan keputusan strategis yang bisa dijadikan pijakan masing masing negara untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan,” imbuh Insinyur kehutanan ini menandaskan.

Meeting ICC MAB UNESCO Malang Indonesia nantinya akan dihadiri para pihak, dalam hal ini kalangan akademisi, NGO, serta berbagai pihak yang concer pada masa depan lingkungan,” katanya. (hery)

Teks foto: Dr. I. Nyoman Widana, MSi.