29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Rasiyo Minta Dukungan Sanggar Alang-Alang

Rasiyo di Sanggar Alang-AlangSurabaya, KabarGress.Com – Calon Walikota Surabaya Rasiyo meminta dukungan kepada anak-anak sanggar alang-alang. Rasiyo berjanji akan memperhatikan nasib sanggar seni dan budaya di Surabaya. Terutama sanggar seperti Alang-Alang yang juga menerapkan pendidikan non formal dan menampung anak-anak telantar.

“Saya akan perhatikan sanggar, karena jumlahnya banyak di Surabaya,” ujarnya dalam kunjungannya ke Sanggar Alang-Alang, Rabu (30/9/2015).

Mantan Sekdaprov Jatim ini mengapresiasi keberadaan sanggar yang beralamat di Jalan Waringin Gunungsari Surabaya ini. Sebab, sanggar binaan Didit Haripurnomo ini mengajarkan pendidikan non formal. “Anak-anak negeri yang tidak mampu ditampung disini untuk belajar. Mereka perlu diberi kesempatan belajar seperti anak lainnya,” katanya.

Rasiyo menegaskan, anak telantar menjadi tanggung jawab negara. Mereka perlu mendapat perhatian. Pembinaan dan pengasahan kreatifitas anak-anak negeri menjadi tanggung jawab bersama semua eleman masyarakat. “Anak-anak negeri ini perlu ditampung untuk kemudian dibina sesuai dengan bakatnya masing-masing,” jelas Rasiyo.

Dilain tempat, Lucy Kurniasari, calon wakil walikota yang mendampingi Rasiyo mengaku memiliki tekad untuk memperhatikan kaum perempuan dan anak-anak muda. Sebab, kedua elemen masyarakat ini selama ini cenderung berjuang sendirian tanpa perhatian pemerintah untuk mengangkat martabat.

Mantan anggota DPR RI mengaku komunitas anak muda atau arek-arek Suroboyo relatif banyak. Mereka memiliki kreatifitas yang tinggi. Karena itu, mereka perlu wadah yang bagus untuk meningkatkan kreatifitasnya. “Mereka harus smart, memiliki kualitas, karena itu lebih dari segalanya,” ucapnya.

Neng Lucy, biasa disapa, menerangkan untuk mewujudkan keinginan membuat anak-anak muda cerdas dan smart, akan membangun Surabaya dari pinggiran. Neng Lucy beserta tim kreatifitasnya yang diketui Andre Murdianto sudah menyiapkan beberapa progam. Seperti sobokampoeng, sambangdulur, dan bantu untuk maju.

Ia mengaku akan blusukan ke kampung-kampung untuk kulakan masalah. Sebab, masalah di kampung cukup banyak. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya. Sebenarnya banyak cara untuk menyelesaikan problem di perkampungan. Pengentasan masalah di kampung-kampung penduduk bisa dengan memanfaatkan CSR dan ekonomi kreatif.

“Masalah pendidikan, kita pengin akan membangun pendidikan karakter di Surabaya. Caranya, tidak cukup belajar di sekolah, tapi anak-anak muda juga perlu belajar di luar lingkungan sekolah, seperti les,” katanya.

Karena itu, ia bertekad akan menyisihkan anggaran pendidikan Rp 1,7 triliun untuk pendidikan di luar sekolah. Anak miskin dan anak kaya harus memiliki kesempatan yang sama. Anak miskin tidak hanya cukup belajar di sekolah, tetapi perlu mengikuti les privat.

Sementara itu, Ketua Tim Kreatif pasangan calon (paslon) Rasiyo-Lucy Kurniasari mengaku yakin paslon nomor urut 1 ini menang dalam Pilwali Surabaya 9 Desember mendatang. Beberapa langkah pemenangan sudah disiapkan. Salah satunya memunculkan slogan Surabaya Move-One.

“Setelah keliling-keliling Surabaya ternyata masih banyak kekurangan-kekurangan yang selama ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, , seperti masalah anak muda, pendidikan, kesehatan dan lainnya, makanya kita munculkan jargon Surabaya Move-One. Di Surabaya perlu pemimpin baru,” terangnya. (tur)