26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Robot Kayu Ajarkan Hidrolik Bakal Berlaga di Ajang PIMNas

Robot Kayu Ajarkan Hidrolik Bakal Berlaga di Ajang PIMNasSurabaya, KabarGress.com – Robot identik dengan canggih dan mahal. Tidak demikian halnya bagi sekelompok mahasiswa Jurusan Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Berbekal stik kayu bekas es krim dan alat suntik tanpa jarum mereka menciptakan ‘Robot Hidrolik Handmade’ untuk media pembelajaran bagi Siswa SMA. Karya ini pula yang mengantarkan mereka berlaga di ajang PIMNas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) di Kendari, Sulawesi bulan depan.

“Latar belakangnya karena kami melihat penyebaran informasi yang kurang cepat di Indonesia, sehingga robot hidrolik ini masih dianggap asing baik oleh guru dan siswa. Prinsip hidrolik dalam Fisika bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satunya robot. Sebagai calon pendidik kami berniat untuk mensosialisasikan alat ini agar lebih banyak lagi orang yang tahu bahwa Fisika itu menyenangkan dan sederhana,” ungkap Rezki Agung Rahmansyah yang mengkoordinir kelompok beranggotakan lima orang mahasiswa ini. Terdiri dari dua orang laki-laki dan tiga orang perempuan serta berasal dari beragam latar belakang, dengan rendah hati mereka memilih nama tim ‘Fisika WM’ untuk memperkenalkan diri.

Mereka berharap dengan alat ini sebagai contoh, siswa dan guru bisa berkreasi lebih untuk menciptakan inovasi baru yang sederhana dan murah meriah. “Fisika seringkali menjadi mata pelajaran momok, padahal kalau kita mau, fisika itu bisa dipelajari melalui hal sederhana yang ada di sekitar kita. Contoh, robot hidrolik ini membuat kita paham tentang bagaimana memanfaatkan dan mengaplikasikan tekanan yang tepat untuk melakukan sesuatu seperti menjepit, mengangkat, berputar bahkan memindahkan suatu benda,” urai Emilia Fandira Nasera Putri yang menyukai Fisika sejak SMA.

Robot Kayu Ajarkan Hidrolik Bakal Berlaga di Ajang PIMNas KendariMenggunakan bahan-bahan umum seperti gabus sisa alat elektronik keras, stik es krim, lem tembak, alat suntik tanpa jarum, karet gelang serta selang kecil akuarium, robot hidrolik handmade ciptaan Tim Fisika WM sanggup berputar, bergerak naik turun, bahkan menjepit dan mengangkat penghapus papan tulis. “Jika tidak ada gabus elektronik, gunakan saja gabus bekas sandal jepit. Kalau ingin robotnya lebih kokoh, bisa juga menggunakan kayu oven yang biasa dipakai untuk suvenir. Makin sedikit kadar air dalam kayu yang digunakan akan semakin ringan rangkanya. Penting untuk selalu memperhitungkan berat rangka robot dibandingkan dengan alat suntik serta volume air yang mengaplikasikan prinsip hidrolik,” urai Rosalia Ersinta Dewi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Awalnya mengapdosi hal yang rumit menjadi sesuatu yang sederhana dan bisa diterima oleh anak SMA menjadi kendala bagi kelompok mahasiswa ini untuk berkarya. Rusak dan gagal menjadi makanan praktik mingguan. “Alasan kami bertahan mungkin dari insting saja, kan alat ini juga belum semua sekolah sudah punya dan mengerti bagaimana cara kerjanya, melalui metode pembelajaran praktikum yang kami rancang, siswa bisa sekaligus belajar dan menciptakan alatnya sendiri. Nantinya alat itu bisa dipakai oleh sekolah masing-masing,” tutur Verisca Putri Erza Sabon.

Dibimbing oleh Djoko Wirjawan, Ph.D., kelompok ini telah mengadakan pengabdian kepada masyarakat melalui pembelajaran praktikum di dua SMA kerjasama yang berlokasi di Krian dan Surabaya. “Awalnya mereka (siswa SMA) pada heran, lama-lama malah mereka tidak sabar ingin robot buatan mereka sendiri segera jadi. Antusiasme itu yang membuat kami merasa sangat dihargai,” kenang Kornelius Setyadi Santoso mengenai pengalaman praktikumnya. (ro)